Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,LANGGUR-Kecamatan Kei Kecil Timur relatif terdiskriminasi. Meski tak begitu jauh dari ibukota kabupaten, juga subur dan notabene sebagai wilayah pertanian tapi anehnya, tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai. Yang lebih miris, sarana air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian, Pemda Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) juga tutup mata.

Pantauan lapangan, sarana jalan menuju wilayah pertanian belum terakses jalan Hotmix, masih berupa jalan aspal dengan kerikil kasar dan berkolang. Sementara proyek Pembangunan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PANSIMAS) Tahun 2017 yang didukung Bank Dunia, juga tak bisa dinikmati warga.

Di desa Ohoinol, sebuah menara air selesai dikerjakan, sejak Juni 2017. Tapi tak ada air bersih masuk ke rumah-rumah seperti dijanjikan oleh program ini. Bagaimana tidak, karena pipa terhubung ke rumah-rumah warga, alias asal jadi saja. Pipa paralon yang menuju rumah warga, namun ketika dihubungkan ke pipa besi induk hanya cukup dicolok ke lubang pipa besi induk tersebut. Buntutnya, pipa paralon patah tepat di lobang colokan itu.

Padahal Dinas PU Kabupaten Malra sebelumnya berkoar-koar terkait klasterisasi pembangunan air bersih untuk daerah-daerah di pesisir dan pinggiran kota. Katanya untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat setempat yang selama ini mengalami kesulitan air besih.

Diakuinya selama ini program air bersih di Pulau Kei Kecil yang masuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tenggara tidak bermasalah karena sumber air di Efu cukup besar yakni 1.435 liter/detik, mampu melayani 90 persen warga di Pulau Kecil, sedangkan untuk kebutuhan air di Kei Besar belum semuanya terpenuhi.

Anehnya Penjabat Kades Ohoinol Thomas Lefubun setali tiga uang dengan Dinas PU Kabupaten Malra. Saat dikonfirmasi, bukannya membela masyarakatnya yang kesulitan air bersih Thomas terkesan menutupi borok Dinas PU. Dan bukannya menuding Dinas PU maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan, dia malah menjadi juru bicara bagi pihak-pihak tersebut.

Ketika dihubungi Thomas Lefubun mengaku pekerjaan tersebut sedang jalan. Namun ketika ditepis Kabar Timur berdasarkan pantauan langsung, pekerjaan telah mandek sejak Juni 2017 lalu, dia meralat jawabannya. “Oh iya karena masih diusahakan,” jawab Lefubun dan langsung menutup telepon genggamnya ketika dikonfirmasi, Senin (7/5).
Sayangnya Kadis PU Ny Anna Yunus belum berhasil dimintai konfirmasi. Sumber Dinas menyebutkan ibu kadis sedang cuti ke luar negeri. “Iya kok bisa,” ucap sumber. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB