Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,TUAL - Perkara dugaan korupsi pembangunan USB SMAN Tayando Tam Tahun 2008 dengan dana block grant, satu terdakwa masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dipanggil untuk menjalani putusan majelis hakim namun Akib Hanubun menghilang entah kemana.

“Kita akan keluarkan DPO, katong sudah panggil ulang-ulang tapi seng tau orangnya di mana,” ungkap Kepala Seksi Pemeriksaan Kejaksaan Negeri Malra Krisman Sahetapy kepada Kabar Timur melalui telepon seluler, Selasa (8/5).

Akib Hanubun, menjabat Ketua Panitia Lelang proyek pembangunan USB SMAN Tayando. Proyek didanai block grant tahun 2008. Block grant adalah bentuk bantuan hibah atau bantuan sosial yang diberikan dari Kementerian Pendidikan kepada lembaga pendidikan/panitia pembangunan sekolah yang digunakan untuk pembangunan fisik sekolah/lembaga pendidikan.

Hanubun mestinya telah bebas saat ini, jika dia menerima putusan majelis hakim yang memvonis 2 tahun kurungan penjara. Tapi dia menolak putusan majelis hakim.

Konon, penolakan Hanubun karena menilai jaksa penyidik sengaja merekayasa fakta. Selaku ketua panitia pembangunan dia mengklaim bekerja sesuai prosedur dan mengikuti petunjuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual, Saifudin Nuhuyanan yang waktu itu selaku penanggung jawab proyek.

Bahkan bukti-bukti penggunaan dana  pihak-pihak yang terlibat telah dia tunjukkan kepada penyidik. Tapi jaksa tetap menetapkan dirinya tersangka ketika itu. Sementara mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispora Kota Tual ini kabur, di lain pihak Bendahara panitia Aziz Fidmatan yang saat itu menjabat sebagai Kabag Umum Pemerintahan di kantor Walikota Tual, Johan Souhoka kontraktor pelaksana CV. Tridaya kini meringkuk di Lapas Kelas II Ambon.

Proyek pembangunan SMAN Tayando Tam dibiayai APBD Kota Tual tahun 2008 senilai Rp 1.240.000.000. Pekerjaannya dinilai amburadul, karena tidak sesuai bestek. Hal itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan ahli dari Dinas PU Tual. Akibatnya negara dirugikan Rp 319 juta.

Sebelumnya keempat terdakwa yang merupakan panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Tayando pernah menyampaikan laporan pengaduan resmi ke Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Yakni, terkait dugaan  pemerasan sejumlah oknum Jjksa saat penanganan proses hukum dugaan korupsi pembangunan sekolah tersebut.

Laporan resmi dengan nomor : Khusus – 01 tertanggal 19 Agustus tersebut telah dimasukkan ke Polda Maluku dengan bukti tanda terima Nomor Registrasi. BD/1293 pertanggal 22 Agustus 2016 dengan  pelapor Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual, Syaifuddin Nuhuyanan selaku penanggung jawab panitia, Akib Hanubun selaku Ketua Panitia dan Aziz Fidmatan selaku Bendahara Panitia.

Panitia juga menyampaikan laporan resmi Nomor : Khusus – 02 perihal Pengaduan Atas Kejahatan Jabatan/Penipuan atas nama AF yang juga mantan Kepala Kejari Tual dengan bukti tanda terima No. Reg : BD/1294.

Konon ketika itu Kapolda Maluku telah mendisposisi kedua laporan tersebut dan telah diteruskan ke pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku untuk segera ditindak lanjuti. Selain ditujukan kepada Kapolda Maluku, surat pengaduan tersebut juga ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dalam isi salinan surat laporan pengaduan pemerasan yang diterima media ini, panitia menguraikan sejumlah fakta terkait kronologis kejadian yaitu bahwa proses penyelidikan dan penyidikan pembangunan USB SMA Tayando Tam oleh Kejaksaan Negeri Tual di mulai tahun 2012.

Namun pada tanggal 3 Desember 2013, Ketua Panitia (Akib Hanubun) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Tual Nomor: Print-504/S.1. 13/Fd.1/12/2013 tanggal 2 Desember 2013.

Selanjutnya, pada tanggal 5 April 2015, Penanggung Jawab Panitia Saifudin Nuhuyanan, Bendahara Panitia Aziz Fidmatan dan Konsultan Perencana dan Pengawasan Marthinus J. Souhoka ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tual Akhmad Patoni.

Pada bagian akhir dari laporan yang ditandatangani ketiganya, Panitia SMA Tayando meminta pihak Polda dan Kejati Maluku melakukan tindakan hukum terhadap sejumlah  oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Tual, diantaranya HN, AF, dan sejumlah nama lainnya. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB