Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,LANGGUR-Massa memenuhi gedung serba guna Larvul Ngabal Jumat, kemarin. Mereka memberikan dukungan penuh kepada paslon Mohammad Taher Hanubun-Petrus Beruatwarin dengan akronim MTHPB, calon Bupati dan wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) “Nomor Urut 3.”  Taher dan Petrus mengklaim kemenangan tinggal tunggu waktu.

Bagaimana tidak jika yang hadir adalah para relawan fanatik. Berjumlah 2400 orang, yang tercatat by name by address dan telah lama bekerja tak kenal pamrih. Jumlah relawan pendukung dengan capaian angka tersebut diketahui belum pernah dimiliki paslon lain untuk Pilkada Malra 2018.

“Kalau 2400 orang ini mampu mendapatkan pendukung masing-masing 20 orang saja, hasilnya 48 ribu orang, apa Taher dan Petrus tidak bisa menang? kita pasti menang. Kemenangan tinggal tunggu waktu saja jika Tuhan dan leluhur berkenaan,” ucap Taher Hanubun saat berorasi di depan ribuan relawan tersebut.

Tim relawan yang solid dan terbangun dari kekuatan rakyat menurut Taher, merupakan syarat kemenangan setelah dukungan basis parpol-parpol pengusung dan logistik. Karena itu, jika dia dan Petrus Beruatwarin menang Pilkada, itu merupakan kemenangan rakyat Malra sendiri.

Apalagi Sejumlah raja-raja besar pemilik petuanan masing-masing ransaf juga hadir dan menyampaikan kebulatan tekad mendukung Taher dan Petrus. Para raja Ransaf ini lah yang memiliki rakyat yang menurut Taher tidak ingin lagi dibujuk dengan janji-janji palsu.

“Kekuatan ini tidak bisa dibendung. Karena ini bukan kekuatan Taher dan Petrus. Ini kekuatan rakyat Maluku Tenggara,” cetus Taher Hanubun.

Tak ada penyampaian visi misi kemarin. Sebab kegiatan tersebut bukan kampanye, hanya sebuah apel siaga tim relawan pendukung dari berbagai Kecamatan di wilayah Kei Kecil. Dalam apel dimaksud Taher banyak mengingatkan ribuan relawannya agar terus bekerja solid dan tidak mudah dibujuk dengan politik uang oleh pihak lain.

Politisi PKS Amir Rumra menyatakan hasil survei terbaru untuk Pilkada Malra, menunjukkan paslon MTHPB tertinggi, di atas 40 persen. Dia berharap, dukungan terus mengalir apalagi secara alamiah masyarakat Malra butuh perubahan.

Menurutnya, angka survei dengan kisaran 40 persen menandakan, elektabilitas paslon ini tertinggi jika terdapat tiga paslon yang bertarung di Pilkada Malra 27 Juni 2018. Belum lagi jika massa mengambang yang jumlahnya di kisaran 22 persen itu mampu dikelola dengan baik oleh ribuan relawan yang ada itu.

Menurutnya, massa mengambang yang belum memiliki pilihan pasti. Dari segmen pemilih yang satu ini diharapkan terjadi pergerakan dukungan yang signifikan karena keinginan untuk perubahan tersebut.

“Masyarakat ingin perubahan, mereka sudah belajar dengan pengalaman Pilkada lalu. Intinya jika ingin perubahan di Malra, MTHPB solusinya,” kata Amir.
Mohammad Taher Hanubun-Petrus Beruatwarin diusung empat Parpol yakni PKB, PAN, PKS dan Gerindra.

Sementara paslon Angelus Renjaan dan Hamzah Rahayaan (AMANAH) didukung Partai NasDem dan PKPI dengan Nomor urut 2. Sedang Esebius Utha Safsafubun dan Abdurrahman Matdoan (UTAMA) dengan Nomor urut 1 didukung PDIP, Golkar, Demokrat, Hanura, PPP dan PBB. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB