Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Tiga warga Desa Debut, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), ditemukan tewas mengenaskan, Selasa (29/5), pagi, kemarin. Warga Gempar!!

Dua dari tiga mayat tersebut berstatus sebagai pasangan suami istri (Pasutri), yakni: Timotius Ohoiwutun dan Sabina Letsoin. Kedua korban tewas ini ditemukan di Jalan Poros Debut, pukul 09.00.WIT. Satu korban lainnya Natalasi Elsoin alias Bari, pelaku pembunuh ini dihakimi massa hingga tewas di tempat.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur di TKP menyebutkan,  kedua korban Pasutri ini ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah. Pada bagian leher kedua korban nyaris putus,  akibat ditebas pelaku.

Tak lama berselang, massa mengamuk dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Naas menjemputnya. Massa berhasil  mendapatkan pelaku yang tengah berusaha melarikan diri dengan berenang di laut. Seketika  massa langusung menghakimi pelaku hingga tewas ditempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab hingga Bari pelaku pembunuhan ini menghabisi kedua korban itu dengan keji. Informasi dilapangan motif pembunuhan ada kaitannya dengan keinginan pelaku mencuri sepeda motor kedua korban pasangan ini yang terparkir di TKP.

 “Kedua korban saat itu dari kebun. Saat berjalan menuju sepeda motor yang diparkir di Jalan Poros Debut, pelaku dari belakang langsung memukul Timotius hingga terjatuh,” tutur saksi  bernama Yopi Letsoin (32), warga Debut, di TKP, kemarin.

Dihajar hingga terkapar, pelaku mengambil parang (senjata tajam) yang dibawa korban. Ia langsung menebas leher korban hingga nyaris putus. Diduga untuk menghilangkan jejak pembunuhan, pelaku kembali menyerang Sabina, istri Timotius. Leher Sabina kembali ditebas dan menghembuskan nafas terakhir di samping suaminya tersebut.

“Dua pasangan suami istri ini ditemukan berdekatan. Kondisi mereka mengenaskan. Dimana leher keduanya nyaris putus,” tuturnya.

Setelah membantai kedua pasutri, pelaku kembali beraksi. Ia memalang jalan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil menggenggam parang panjang milik korban.
Saat beraksi, pelaku menghentikan Abidin Letsoin, yang melintas di TKP. Warga Desa Dian Pulau Kecamatan Kei Kecil ini ditodong pelaku menggunakan parang. Beruntung, pelaku yang brutal, tidak membunuhnya. Hanya saja, sepeda motor yang dikendarai pria 30 tahun itu dicuri  pelaku yang bersangkutan.

 “Abidin Letsoin saat itu lewat mengendarai motor matic Honda dengan nomor polisi DE 3776 CE. Ia melarikan diri menuju Desa Dian Pulau,” jelasnya.
Berusaha kabur usai melakukan aksi kejinya, pemilik motor terus mengejar pelaku. Setibanya di ujung jembatan antara Desa Dian Pulau dan Desa Tetoat, Kecamatan Kei Kecil, pelaku terjatuh dari atas jembatan ke dalam laut.

“Saat itu pemilik motor melihat pelaku berenang ke arah Desa Dian Pulau,” tambah Sumber itu.

Melihat pelaku sedang berenang menuju Desa Dian Pulau, tiba-tiba Abidin Letsoin melihat sebuah Longbot berwarna biru. Perahu besar yang merupakan bantuan Perikanan bermesin 15 PK itu tampak mengangkut warga berjumlah sekitar 20 orang.

“Longboat itu terlihat sedang menuju ke arah pelaku yang sedang berenang. Saat mendekati pelaku, para warga itu kemudian membacok pelaku hingga tewas dan tenggelam,” terangnya.
Paska pembacokan terhadap korban sekaligus pelaku pembunuhan dua pasutri tersebut, masyarakat disekitar berenang mengevakuasi pelaku dari dalam laut menuju ke tepian pantai.

“Pelaku diamankan sudah meninggal dunia. Saat akan dibawa ke Desa Debut, masyarakat setempat menolak sehingga pelaku yang juga korban itu dibawa menuju Desa Namar untuk diamankan dan dibawah ke RSUD,” tandasnya.  (CR1)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB