Menu
Minggu, 23 Juli 2017
Rumah salah satu pelaku pembacokan di Dusun Mamoking, Desa Tulehu dibakar warga, Minggu (7/5). | Sumber Foto:IST

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Daiyas Lestaluhu, warga Desa Tulehu Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tewas dibacok.

Pemuda 20 tahun itu diparangi orang tak dikenal (OTK) di jalan raya Dusun Mamoking, Desa Tulehu, Minggu (7/5) dini hari sekitar pukul 01.20 WIT.

Kematian Lestaluhu memantik amarah warga Tulehu. Massa yang mengetahui identitas salah satu pelaku pembacokan yakni Samiran Luky alias Taib, warga Dusun Mamoking, berbuat anarkis. Rumah Samiran Luky berdinding papan dibakar hingga rata dengan tanah, kemarin sekitar pukul 14.00 WIT.

Belum diketahui motif dibalik pembacokan yang menewaskan Lestaluhu. Namun, informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, Samiran Luky terkenal bengis alias kejam di kampungnya. “Preman” kampung itu kerap memalak warga yang melintas.

Anehnya, meski terkenal sebagai “penjahat”, berbagai aksi kejahatan yang selama ini dilakukan, tapi Samiran Luky tidak pernah terjerat hukum.

Beberapa waktu lalu, sebelum kejadian yang menewaskan Lestaluhu, Samiran Luky diketahui membacok seorang guru hingga tewas. Dia membacok guru yang merupakan warga Desa Liang, Kecamatan Salahutu hanya karena enggan memberikan uang saat dipalaknya.

“Dalam setahun terakhir, Luky diduga telah membacok tiga orang warga. Namun dia tidak pernah diproses hukum,” kata salah satu warga Tulehu yang emosi melihat aksi kriminal sepak terjang Samiran Luky kepada Kabar Timur, kemarin.

Setelah ikut membantai Daiyas Lestaluhu, Samiran Luky kabur, bersembunyi di dalam hutan. Daiyas Lestaluhu dihabisi oleh Samiran Luky cs yang berjumlah 7 orang. Aksi 8 penjahat membantai Lestaluhu ini terekam CCTV. “Kami ketahui dari CCTV milik Bank BRI yang berada di TKP,” tambah warga Tulehu yang menolak namanya dikorankan.

Sederet korban tindakan kejahatan Samiran Luky sebelumnya adalah warga dari luar Tulehu. “Kali ini dia membacok saudara kami, anak asli negeri Tulehu. Jika aparat masih membebaskan Luky, kami akan menempuh hukum sendiri,” tegasnya.

Informasi lain mengungkapkan, pembacokan terhadap Lestaluhu hingga berujung pembakaran rumah Samiran Luky itu berawal ketika korban duduk bersama dua rekannya yakni, Samsul dan Bripda Firman, anggota Polsek Salahutu.

Korban kemudian meminta ijin untuk menyaksikan acara pesta di rumah Kepala Dusun Momokeng, Ishaka Nahumarury sekitar pukul 01.00 WIT.

Tak lama berselang, korban kembali menemui Samsul dan Bripda Firman. Korban menyampaikan bahwa dirinya dicegat tiga OTK. Tak hanya bengis dan mengancam korban, satu dari tiga yang diduga pelaku itu melontarkan kata makian. Namun korban tidak menanggapi dan meninggalkan para pelaku. Mendengar ucapan korban, Bripda Firman mengajak korban untuk mencari tiga pelaku tersebut.

Dalam perjalanan, langkah Bripda Firman dan korban dihentikan Suryani. Suryani menyampaikan salah satu dari tiga orang tersebut adalah kakak iparnya bernama Samiran Luky. “Saat itu Suryani menerangkan bahwa kakak iparnya menyampaikan kepadanya akan memukul korban. Namun Suryani tidak mengetahui penyebabnya,” tambah sumber lainnya.

Mendengar pengakuan Suryani, Firman masuk ke acara pesta. Sementara korban duduk di luar acara pesta yang berjarak sekitar 30 meter dari TKP.

Kurang lebih 15 menit berlalu, terjadi keributan. Suryani dan warga sekitar keluar untuk melihat kejadian tersebut. Di TKP warga melihat tubuh korban tergeletak di jalan raya dengan luka bacok pada leher, dagu dan pergelangan tangan kiri. Warga membawa korban ke RSUD Tulehu, tapi nyawanya tak tertolong. Pendarahan hebat akibat luka bacok, korban menghembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut.

Kepala Polsek Salahutu Iptu A. Tehupelasuri yang dikonfimasi Kabar Timur melalui telepon genggamnya tidak membalas.  Sementara Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Sucahyo Hadi berjanji penyelidikan peristiwa itu akan disampaikan hari ini. “Besok saya tunggu konfirmasi di kantor,” kata mantan Kapolres Seram Bagian Barat itu, kemarin. (CR1)

BERITA LAINNYA

Kapal Pengangkut BBM Hilang di Laut

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Tagop Disambut Cakalele Sepa-Soahoku

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Paspor Delegasi Ambon-Darwin Diembat Maling

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Novum PK  Kasus UUDP Terpidana Bremer

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Kilang Masela Belum Pasti di MTB

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Lekipera Siapkan Skenario "Gebuk" Kejati

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB