Menu
Kamis, 22 Juni 2017
Ruzadi Adjis/Kabartimur

KABARTIMUR.co.idAMBON - Yorian Keilayoka tewas mengenaskan. Warga Dusun Nyama, Desa Klis, Kecamatan Moa Lakur Kabupaten Maluku Barat Daya, itu dihabisi Hendry Alfon Urunleky.

Pelaku mengakhiri hidup korban dengan cara keji. Pelaku yang tak lain adalah tetangga korban menghabisi korban dengan sebilah parang dan kapak, Minggu (7/5) pukul 23.00 WIT.
Yorian dibantai tepat di depan rumahnya sendiri. Korban dibunuh lantaran diduga sebagai suanggi yang memiliki ilmu santet. Aksi kejahatan itu merupakan aksi balas dendam pelaku terhadap korban.

Pelaku menuding korban telah membunuh saudara kandungnya, Yustitia Urunleky dengan ilmu hitam yang dimilikinya pada 7 Mei lalu. Pemuda 28 tahun itu nekat membantai korban untuk membalaskan dendam kematian kakak perempuannya tersebut.

Yustitia Urunleky meninggal tak wajar. Sebelum ajal datang menjemputnya, wanita tersebut baru selesai makan malam dengan pelaku pada hari itu. “Di hari yang sama (Minggu) sekitar pukul 21.00 WIT, pelaku bersama kakak perempuannya yang diduga disantet korban baru selesai makan malam. Setelah itu kakak kandungnya itu masuk ke kamar,” ujar sumber Kabar Timur, tadi malam.

Tak lama setelah masuk ke dalam kamar, tiba-tiba Yustitia berteriak dan mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas. Tubuhnya mendadak kaku, bola mata berubah menjadi putih dan mulutnya mengeluarkan cairan putih (busa). Terserang “penyakit” misterius itu, Yustita langsung meninggal dunia.

“Pelaku yang tidak tega melihat kondisi kakaknya seperti itu memanggil Barce Urunleky dan Dico Yanto Urunleky untuk pergi ke rumah korban (Yorian),” kata sumber yang merupakan anggota Polres MBD ini.

Pelaku menduga kakaknya meninggal karena mendapat informasi dari Fin Sairpaly yang pernah melakukan pergumulan lewat doa (ibadah). Fin melihat korban ingin membunuh Yustitia menggunakan ilmu santet atau gaib.

Pelaku yang mengetahui saudari kandungnya meninggal, berbekal parang dan kapak mendatangi rumah korban. Pelaku berteriak kencang dan memaki korban di depan rumahnya.   

“Pelaku berteriak Anjing e, Suanggi se kaluar hari ini beta bunuh ose,” kata sumber mengutip perkataan pelaku.

Korban yang mendengar teriakan pelaku, keluar dari rumahnya. Pelaku yang telah gelap mata menyerang korban. Pelaku menendang korban hingga terjatuh. Tersungkur di tanah, pelaku melayangkan pukulan dan menginjak-injak tubuh korban. Darah segar muncrat dari mulut korban.

Belum puas, pelaku menarik tubuh korban ke jalan setapak. Tanpa rasa iba, pelaku menggorok leher korban dengan parang yang disimpannya tak jauh dari rumah korban.

Korban yang dipenuhi dendam dan amarah semakin buas. Korban yang sudah tidak bernyawa, kepalanya dibacok dengan kapak oleh pelaku. “Setelah memotong leher korban menggunakan parang, pelaku mengambil kapak dan membelah bagian kepala korban,” terang sumber.

Puas membantai korban, pelaku didampingi keluarganya menyerahkan diri ke Markas Polres MBD di Kota Moa. “Setelah korban dipastikan meninggal, pelaku mendatangi keluarganya untuk mengantarnya ke Polres MBD melaporkan kejadian tersebut,” tambah sumber itu.

Kematian tragis Yorian ditangan Hendry menggemparkan warga kampung Nyama. Setelah menyerahkan diri. Anggota Polres MBD mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Anggota polisi menerima laporan dan bersama tenaga medis turun Ke TKP. Selain mengamankan pelaku, barang bukti berupa parang dan kapak juga sudah diamankan,” tandas sumber ini.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP. Richard Tatuh yang dihubungi Kabar Timur membenarkan kejadian itu. Pelaku telah ditahan di Mapolres MBD untuk menjalani pemeriksaan. “Pelaku telah menyerahkan diri dan ditahan di Rutan Mapolres MBD untuk menjalani pemeriksaan. Kasus ini masih dalam penyidikan,” ujar Tatuh. (CR1)

BERITA LAINNYA