Menu
Minggu, 19 November 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Ciutan Christian Dirks di media sosial yang menghina agama Islam, membawanya mendekam dipenjara. Christian Dirks dalam akun media sosial (medsos) bernama Ian Dirks (Rditiand)  memposting ucapan yang menghina agama Islam, Senin (15/5).

Akun medsosnya mendadak menjadi terkenal karena ucapannya yang melecehkan dan menebarkan kebencian terhadap Islam. Dalam beberapa percakapan di akun medsosnya, pelaku memaki dan melecehkan agama Islam. Beberapa kata-katanya bahkan tidak pantas. Sejumlah netizen yang menanggapi ujaran pelaku, dibalas dengan kata-kata makian oleh pelaku.

Ucapan pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pattimura Ambon ini menuai reaksi keras, bukan saja dari umat muslim tapi juga non muslim di kota Manise ini.

Geram dengan ucapan pelaku yang tak pantas itu, sejumlah netizen mengancam akan menghakimi pelaku. Ujaran kebencian itu membuat pelaku diincar sejumlah netizen. Mereka menanyakan alamat pria berusia 18 tahun itu dan meminta polisi segera menangkapnya.

Setelah menjadi viral di media sosial, pelaku menghapus postingan percakapannya. Meski telah dihapus, namun screen atau copian percakapan makian itu terlanjur beredar luas di medsos dan menjadi viral.

Sebelumnya, kasus percakapan yang berisi penistaan agama islam juga pernah terjadi pada November 2016 lalu. Pelakunnya adalah pemilik akun Bravo Marquez. Remaja tersebut akhirnya berhasil ditangkap polisi dan menjalani proses hukum.

Ulah Christian Dirks yang meresahkan itu memaksa polisi bergerak cepat melacak keberadaan pelaku. Tak butuh waktu lama polisi berhasil menangkap pelaku yang menetap  di RT 001 RW 02, Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Pelaku telah dijebloskan di rumah tahanan Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (16/5).

“Kami sudah amankan pelaku (Ian Dirk). Pelaku akan diserahkan kepada Polda Maluku untuk proses selanjutnya. Kasus ini masuk Ditreskrimsus Polda Maluku, bidang cyber crime,” kata Kapolres Pulau AKBP Sucahyo Hadi yang dihubungi Kabar Timur, tadi malam.

Mantan Kapolres Seram Bagian Barat itu meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Sempat diinterogasi, Polres Ambon telah menyerahkan pelaku ke Ditreskrimsus Polda Maluku. “Kami mengimbau masyarakat tidak memperpanjang kasus ini karena pelaku telah ditangkap dan kasusnya ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku AKBP Richard Tatuh memuji masyarakat yang memberikan kewenangan sepenuhnya kepada polisi menangani kasus tersebut.

“Masyarakat saat ini sudah sangat kebal. (Setelah melihat postingan pelaku) Masyarakat menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan kasus ini,” puji Tatuh, kemarin.

Postingan ujaran penodaan agama seperti ini, kata Tatuh, sudah tidak mampu lagi membuat masyarakat menjadi marah dan melakukan hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak. Mereka, menyadari bahwa postingan tersebut hanya untuk memprovokasi masyarakat.

“Karena masyarakat berfikir bahwa ini ada yang provokasi. Itu yang hingga sekarang dipegang masyarakat. Kalau ada begini mereka langsung lapor ke polisi, biar polisi yang cari. Seperti dulu yang pernah ditangkap,” jelasnya.

Polisi akan secepatnya bertindak meski tanpa adanya laporan polisi. “Walaupun belum ada laporan polisi kalau seperti begini, polisi harus tangkap. Dan pasti nanti dari organisasi-organisasi lain yang melaporkan. Tapi kalau sebelum lapor dan polisi sudah mencari berarti bisa meredam (amarah warga) itu,” tegas mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat ini. (CR1)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB