Menu
Selasa, 26 September 2017
Terminal transit Passo

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Akhirnya proses penyelidikan kasus dugaan penyelewengan anggaran proyek Terminal Transit Tipe B Desa Passo, Kecamatan Baguala, mendekati rampung. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mengungkapkan, sejak digelar permintaan keterangan telah dilakukan terhadap lebih dari 40 orang.

“Mendekati rampung. Laporan hasil penyelidikan sedang dirampungkan,” papar Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette kepada Kabar Timur, Rabu (17/5). Menurut Samy, dengan pengambilan keterangan dari para pihak yang jumlahnya cukup banyak itu, dia berharap, jangan sampai ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.

Hal itu disampaikan Samy, mengingat sudah ada laporan dari pihak-pihak yang pernah dimintai keterangan oleh tim jaksa. Bahwa mereka dihubungi oleh orang tak dikenal, mengatasnamakan pejabat di Kejati Maluku.

“Kan sudah 40 orang lebih yang dimintai keterangan. Jangan sampai diantara mereka itu terpancing oknum-oknum tak bertanggungjawab yang mengatasnamakan pimpinan atau pejabat di Kejati Maluku yang katanya minta uang (agar mereka tidak diseret dalam kasus) “ beber Samy.

Penyelidikan dugaan mega korupsi senilai Rp 55 miliar Proyek Terminal Transit Passo intens diusut Kejati.

Sebelumnya, kasus tersebut diendus pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Belum berhasil dikonfirmasi, sejauh mana pengusutan kasus ini oleh Kejari, sebelum bergulir di Kejati Maluku.

Terminal yang dibangun diatas lahan sekitar 5 hektar itu awalnya ditujukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan bermotor di pusat Kota Ambon. Selain itu, diharapkan terminal tersebut akan memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut sebab dinilai strategis. Berada di antara dua jasirah yang mengapit Kota Ambon yakni, Leihitu dan Leitimur.

Proyek ini sesuai target harus selesai tahun 2010, sejak mulai dibangun tahun 2007. Tapi rencana besar Wali Kota Jopy Papilaja dan  Wakil Wali Kota Ambon Olivia Latuconsina itu harus kandas. Hingga tahun 2015, proyek tersebut belum juga tuntas.

Padahal gelontoran biaya terus mengalir. Baik dari APBD Kota Ambon, APBN Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan, hingga APBD Provinsi Maluku. Total anggaran yang kucur untuk proyek dimaksud tercatat mencapai Rp 55,34 miliar.

Informasi yang berhasil dihimpun Kabar Timur, gelontoran anggaran tahun 2007 sebesar Rp 7 miliar bersumber dari APBD Kota Ambon Tahun 2007. Biaya tersebut sebagai tahap awal yang dipakai untu melakukan pembebasan lahan, penggusuran dan pembersihan lokasi.

Selanjutnya Tahun 2008, Pemkot Ambon mengalokasikan anggaran APBD senilai Rp 12 miliar. Diperuntukkan untuk pembangunan Tahap II yakni penimbunan, pekerjaan dasar dan pemasangan tiang pancan.

Di tahun 2009, kembali Pemkot Ambon menyediakan anggaran senilai Rp 14 miliar. Anggara sebesar itu untuk pekejaan pengecoran lantai dan pembangunan sebagian dinding beton gedung utama pada terminal tersebut.

Untuk Tahun 2010, rencana pembangunan Tahap IV membutuhkan biaya sebesar Rp 21 miliar untuk penyelesaian Gedung A. Namun batal dilaksanakan. Waktu itu Pemkot Ambon mengalami defisit anggaran.

Akhirnya Pemkot mengusulkan pendanaan ke pemerintah pusat. Sayangnya usulan dana ini tidak dikabulkan.

Hingga tahun 2014, tidak ada anggaran pusat, Pemkot terpaksa merogoh kas daerah. Yakni anggaran senilai Rp 1,5 miliar dari APBD Tahun 2014 untuk melanjutkan proyek dimaksud.

Melalui anggaran tersebut, Tower Terminal Transit Passo berhasil dibangun.

Tapi kucuran anggaran pemerintah pusat akhirnya datang. Anggaran senilai Rp 4 miliar dikucurkan melalui APBN Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan Tahun 2015. 

Dana tersebut untuk menyelesaikan beberapa bagian gedung di dalam terminal. Yakni ruang tunggu, ruang kontrol, ruang loket dan kantin.

Bahkan Pemprov Maluku turut ambil bagian dengan menggelontorkan anggaran dari APBD Tahun 2015 sebesar Rp 2 miliar. Dana tersebut untuk membiayai pembangunan pagar setinggi dua meter lebih yang mengelilingi lokasi terminal. (KTA)

BERITA LAINNYA

Pelayanan Disdukcapil Ambon Lumpuh

Senin, 25 September 2017, 22:24 WIB

Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung

Senin, 25 September 2017, 22:21 WIB

Jaksa Siap Lidik Kades Kelang Asaude Dilapor

Senin, 25 September 2017, 22:19 WIB

Tim Tagop Klaim Rekomendasi Enam Parpol

Senin, 25 September 2017, 22:18 WIB

Truk Kontainer Seruduk Kabel Telkom

Senin, 25 September 2017, 22:17 WIB

Tahap II Remon Terhalang Izin Korwas

Senin, 25 September 2017, 22:15 WIB