Menu
Minggu, 23 Juli 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Ma­lu­ku masih melakukan pemeriksaan sak­si, dalam kaitannya dengan perkara ko­rupsi pembelian lahan dan pengadaan kan­tor cabang PT Bank Maluku-Ma­lut  di Surabaya. Sesuai rencana tiga ter­pi­­dana yang telah divonis, akan kem­bali diperiksa untuk melengkapi berkas per­ka­ra tersangka Jack Stuart Manuhutu (JSM).

Sumber jaksa penyidik di Kejati menyebutkan, mantan Dirut PT Bank Maluku-Malut Idris Rolobessy, man­tan Kadiv Renstra dan Korsek Petro Ridolf Tentua dan rekanan bank Hentje Abraham Toisuta, akan kembali diperiksa. “Tiga orang yang sudah divonis itu akan diha­dir­kan. Keterangan mereka akan diambil untuk kelengkapan berkas JSM,” kata sumber Rabu (17/5).

Sementara itu pantauan Kabar Timur di Kajati kemarin, Kadiv Hu­kum dan Umum PT Bank Maluku-Malut Fredy Sanaky kembali men­ja­lani pemeriksaan. Fredy diperiksa jaksa Irkham Ohoiulun dari pukul 10.40 Wit - 11.50 Wit.

Kepala Seksi Penerangan Hu­kum (Kasipenkum) Kejati Maluku Samy Sapulette membenarkan ada­nya pemeriksaan atas Fredy Sanaky oleh Jaksa Irkham. “Fredy Sanaky, diperiksa dengan 50 pertanyaan,” ungkap Samy.

Dan menurut Samy, setelah Fredy, nantinya akan ada pemerik­saan sejumlah saksi lainnya lagi. Di­­tanya soal pemeriksaan kem­­bali terhadap tiga terpidana ma­sing-masing Idris Rolobessy, Petro Ridolf Tentua dan Hentje Abra­ham Toisuta, dia tak menepis infor­­masi itu. Samy mengatakan, peme­riksaan terhadap mereka yang sudah divonis hukum dilakukan karena ada keterkaitan perkara dengan tersangka JSM yang saat ini masih berproses di tingkat penyidikan.

Ditambahkan Samy, penyidikan per­kara dugaan korupsi Bank Ma­lu­­ku kantor cabang Surabaya de­ngan tersangka JSM belum sam­pai pada Tahap I. Ini berarti tim jak­sa masih berupaya melengkapi ber­kas pemeriksaan tersangka de­ngan sejumlah keterangan saksi, doku­­men tertulis maupun barang bukti.

Jika dirasa sudah lengkap, tim jaksa akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum atau JPU untuk diteliti lagi soal kelengkapan dimaksud.

Penyidikan terhadap Kepala Sub Divisi Renstra dan Korsek PT Bank Maluku-Malut ini terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan dan pengadaan kantor cabang PT Bank Maluku Surabaya senilai Rp 54 miliar dan dinyatakan meru­gikan keuangan negara sebesar Rp 7,2 miliar.

Sebelum Jack Stuart, tiga lain­nya masing-masing, Idris Rolo­bessy divonis lebih dulu, yakni 9 tahun oleh Pengadilan Tipikor Ambon. Berikutnya, Petro Ridolf Tentua, bos Jack Stuart yang juga Kepala Divisi Renstra dan Korsek, dia divonis 6,5 tahun. Serta rekanan bank Hentje Abraham Toisuta, divonis 8 tahun kurungan. (KTA)

BERITA LAINNYA

Kapal Pengangkut BBM Hilang di Laut

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Tagop Disambut Cakalele Sepa-Soahoku

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Paspor Delegasi Ambon-Darwin Diembat Maling

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Novum PK  Kasus UUDP Terpidana Bremer

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Kilang Masela Belum Pasti di MTB

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Lekipera Siapkan Skenario "Gebuk" Kejati

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB