Menu
Minggu, 23 Juli 2017
| Sumber Foto:Ruzady Adjis / Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Puluhan supir Angkutan Kota (Angkot) trayek Laha berunjuk rasa di kantor Wali Kota Ambon, Rabu (17/5) sekira pukul 15.00 WIT.

Mereka memprotes kebijakan pemerintah kota Ambon yang melarang angkot Laha melintas di atas Jembatan Merah Putih. Kebijakan itu bagi para supir dinilai sangat merugikan.

Pantauan Kabar Timur, puluhan supir angkot ini datang ke Balai Kota sambil memarkir angkot yang mereka bawa di sepanjang jalan Sultan Khairun. Kondisi itu membuat arus lalu lintas di jalan tersebut mengalami kemacetan.

Untuk mengantisipasi kemacetan tidak bertambah parah, puluhan petugas Satpol PP dan anggota Polres Pulau Ambon terpaksa turun ke jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan itu.

Koordinator angkot jurusan Laha, Romi Kakisina mengatakan aksi protes itu dilakukan lantaran mereka tidak terima angkot jurusan Laha dari Ambon menuju Laha dilarang melewati jembatan merah putih.

“Kami dilarang melewati JMP sampai ke Bundaran Patung Leimena  padahal tidak ada kebijakan dari Dishub Kota Ambon untuk jalur tersebut,” katanya kepada waratwan.

Dia mengatakan mereka tidak terima dengan kebijakan itu karena selain tidak ada pemberitahuan sebelumnya, setiap supir angkot jurusan Laha yang melewati jembatan merah putih juga langsung ditilang.

“Kemarin ketika kami lewat kami ditilang oleh petugas Dishub Kota Ambon, entah apa alasannya padahal tidak ada kebijakan atau larangan dari Dishub Kota Ambon,”katanya.

Sementara Koordinator Terminal A2, Mochsin Karische, menuding  swipping yang dilakukan oleh petugas Dishub Kota Ambon terhadap angkot trayek Laha di sekitar jalur Bundaran Patung Leimena sengaja dilakukan petugas Dishub sangatlah tidak berdasar.

“Ada apa?, padahal tidak ada larangan, tapi angkot trayek Poka-Perumnas juga sering lewat disitu tapi kenapa hanya  kami  yang ditilang , ini berarti ada oknum Dishub Kota Ambon yang bermain dibelakang mereka, kami minta agar persoalan ini diselesaikan oleh Pemkot Ambon,”jelasnya.

Setelah beberapa menit menyampaikan protes di depan kantor wali kota Ambon, puluhan supir angkot ini lalu di datangi oleh pegawai Dishub Kota Ambon. Dalam negosiasi itu tiga perwakilan dari para supir angkot lalu dipersilahkan menemui Kepala Dinas Pehubungan dan Sekretaris Kota Ambon.

Dalam pertemuan itu para supir menyampaikan berbagai keluhan yang mereka alami, termasuk tudingan bahwa mereka telah mengambil penumpang jalur Poka-Perumnas.

Sekretaris Kota Ambon, Anthony  Gustav Latuheru, mengatakan, terkait persoalan itu pihaknya akan berkoordimnasi dengan supir  angkot trayek Poka-Perumnas dan juga Dishub Kota Ambon guna mengakji dan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut.  

“Masalah ini akan kita evaluasi. Seharusanya jika ada persoalan seperti ini harus ada koordinasi antara supir angkot trayek Poka-Perumnas dan supir angkot Laha biar disampaikan ke Dishub untuk segera diselesaikan,”ungkap Latuheru dalam pertemuan itu.

Dia mengakui, pihaknya juga akan menyelidikii siapa  oknum Dishub yang telah menilang para sopir angkot jurusan Laha, agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan. “Kita harus cari solusi untuk persoalan ini dan kita akan tangkap oknum tersebut yang memberikan tilang terhada supir mobil angkot prayek angkot laha,”tegas dia. (MG2)

BERITA LAINNYA

Kapal Pengangkut BBM Hilang di Laut

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Tagop Disambut Cakalele Sepa-Soahoku

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Paspor Delegasi Ambon-Darwin Diembat Maling

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Novum PK  Kasus UUDP Terpidana Bremer

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Kilang Masela Belum Pasti di MTB

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Lekipera Siapkan Skenario "Gebuk" Kejati

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB