Menu
Selasa, 26 September 2017
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Proses pelantikan Dewan Pimpinan Negeri (DPN) Hena Hetu se-Jazirah Leihitu, sempat ricuh, Rabu (17/5). Belum diketahui penyebab kericuhan.

Kericuhan bermula ketika Ketua Umum DPP Hena Hetu, Edwin Adrian Huwae memberikan sambutan usai proses pelantikan 22 DPN Hena Hetu di pelataran rumah raja negeri Hila, Kecamatan Lehitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Mendadak, Effendi Awan  melayangkan protes. Suara lantangnya sempat membuat gaduh dan memantik emosi pengurus DPN Hena Hetu. Beberapa sempat nyaris menghakimi Awan. Protes Awan sontak menyita perhatian tamu undangan.

Aksinya terhenti setelah pembuat gaduh ini diamankan aparat keamanan. Belum diketahui alasan Awan melayangkan protes. Namun sikap staf guru di salah satu sekolah di Kota Ambon itu sempat mengganggu acara yang dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua DPRD Malteng Ibrahim Ruhunussa, perwakilan Pangdam Pattimura dan perwakilan Polda Maluku tersebut.

Juru bicara Hena Hetu, Rauf Pelu menyesalkan sikap Awan yang dianggap tak pantas. ’’Aksi Awan kami sangat sesalkan. Ini orang frustasi yang sengaja merusak kegiatan itu,’’ tegas Pelu yang dihubungi Kabar Timur, tadi malam.

Dia menduga, Awan adalah orang suruhan, sehingga sengaja merusak acara proses DPN Hena Hetu. ’’Kami menduga ada setingan. Ada aktor dibalik ini. Tidak mungkin Awan melayangan protes  tanpa ada arahan,’’ sebutnya menduga.

Soal protes Awan terkait kepengurusan DPN Hena Hetu atau bantuan anakan cengkih dan Pala dari Gubernur Maluku, Pelu tak mengetahui pasti. ’’Saya tidak tahu persis apa yang dia sebut. Intinya, sikap Awan sangat memalukan,’’ kecam Pelu.

Atas dasar itu, dia mendesak Sekda Maluku dan Kepala Dinas Pendidikan Maluku menindak tegas Awan. ’’Mestinya seorang abdi negara, tidak bersikap seperti Awan. Pegawai seperti itu mesti ditindak tegas. Apalagi, sikapnya dihadapan pejabat negara,’’ sesal dia.

MILIKI PERAN STRATEGIS
Sementara itu, Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan pelantikan pengurus DPN Hena Hetu memiliki makna strategis. Selain sebagai media silaturahim sesama anak-anak negeri jazirah Leihitu juga merupakan momentum untuk anak-anak negeri Hena Hetu kembali mengkonsolidasi diri  di tengah banyaknya persoalan dan agenda-agenda strategis yang harus segera dilakukan.

Antara lain, masih rapuhnya ikatan hidup orang basudara di jazirah Leihitu yang ditandai dengan serangkaian konflik antar negeri. “Jika konflik antar negeri seperti ini terus kita biarkan terjadi, sesungguhnya katong sedang merobohkan “Baeleo Besar” yang namanya Hena Hetu itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, sejatinya dengan pelantikan pengurus DPN Hena Hitu, dia berharap dapat segera melakukan langkah-langkah percepatan untuk menciptakan perdamaian abadi di daerah ini.

Menurutnya, berbicara tentang Hena Hetu, berarti berbicara tentang persekutuan anak-anak negeri yang punya tantanan adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang sangat dijunjung tinggi.

Namun dewasa ini, arus globalisasi secara masif telah menggeser tatanan nilai-nilai keluhuran seperti kekeluargaan, kebersamaan, kesederhanaan, tolong menolong, kerja sama, kejujuran, penghormatan, dan sebagainya.

“Menurut beta bakalai saat pemilihan raja, bakalai memperebutkan warisan, bakalai yang suka mabuk, terjerat kasus asusila, narkoba, hobi kita suka mencaci maki, menebar gosip belakangan ini adalah dampak turun dari terdistorisnya adat dan nilai-nilai kearifan lokal tersebut. Singkatnya katong samua kehilangan keadaban privat dan keadaban publik,” ucapnya dengan dialeg Ambon.

Masalah tapal batas antar negeri di Maluku juga di jazirah Leihitu sering menjadi masalah. Untuk itu, Assagaff meminta DPN Hena Hitu, para Upu Latupati untuk segera melakukan langkah-langkah strategis menyelesaikannya.

Orang nomor satu di Maluku ini juga mengakui, secara geo-ekonomi, karena terletak pada 2 kawasan adminsitrasi, yaitu kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah, Jazirah Leihitu sangat strategis mendapatkan dampak ekonomi dan punya peran sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi di kawasan ini.

Dengan harapan posisi strategis secara sosial, ekonomi dan politik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Jazirah Lehitu dan daerah ini. “Secara historis, memiliki modal sosial yang besar, karena di daerah ini pernah menjadi pelabuhan international dalam perdagangan rempah-rempah, sehingga terjadi proses perjumpaan dan akulturasi dengan pelbagai kebudayaan di nusantara maupun kebudayaan di Asia, seperti Arab, China, India maupun kebudayaan Eropa, seperti Portugis, Inggris, Spanyol dan Belanda,” tuturnya.

Dengan posisi starategis itu, lahir pelbagai tokoh besar, pahlawan dan ulama atau ilmuan terkenal seperti, kapitan Kakiali, Perdama Jamilu, Tulukabessy, serta para intelektual ternama seperti Imam Rijali yang menulis buku hikayat tanah hitu sebagai sebuah karya sejarah monumental pertama di Maluku pada abad ke-17.

Dia berharap pengurus baru Hena Hetu dapat membuat program kajian dan penelusuran sejarah tentang para tokoh tersebut, untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Kapitan Kakiali, Kapitan Tulukabessy, Imam Rijali adalah para tokoh yang layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat Hena Hetu, khususnya pengurus DPN Hena Hetu yang dilantik untuk menjadi agen perubahan, dalam proses transformasi pola pikir dan karakter anak negeri ini, dari budaya bakalai ke budaya baku bae, dari budaya talamburang ke budaya kalesang, dari budaya makang puji dan tinggi diri ke budaya rendah hati, dari budaya baku malawang ke budaya bacarita, dari budaya kewel ke budaya baca-tulis. (KTM/RUZ)

BERITA LAINNYA

Pelayanan Disdukcapil Ambon Lumpuh

Senin, 25 September 2017, 22:24 WIB

Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung

Senin, 25 September 2017, 22:21 WIB

Jaksa Siap Lidik Kades Kelang Asaude Dilapor

Senin, 25 September 2017, 22:19 WIB

Tim Tagop Klaim Rekomendasi Enam Parpol

Senin, 25 September 2017, 22:18 WIB

Truk Kontainer Seruduk Kabel Telkom

Senin, 25 September 2017, 22:17 WIB

Tahap II Remon Terhalang Izin Korwas

Senin, 25 September 2017, 22:15 WIB