Menu
Selasa, 23 Mei 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Jelang Musda Partai Demokrat Maluku, memilih pemimpin daerah, kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono “SBY” mulai meminta perhatian serius DPP Demokrat, untuk menganulir atau mendiskualifikasi pencalonan Roy Elwen Pattiasina yang saat ini menjabat Sekretaris DPD Demokrat Maluku.

Pattiasina dianggap tak pantas dan tak layak mengikuti bursa pencalonan Ketua DPD Demokrat Maluku, pada Musda Demokrat yang bakal dihelat hari ini (Jumat). “Kami minta perhatian serius DPP Partai Demokrat dan DPC se-Maluku,” kata Yoga Papilaja, salah satu pengurus DPD Partai Demokrat Maluku, kepada wartawan, Kamis, kemarin.

Dikatakan, prilaku Pattiasina yang kerap “memeras” para anggota Fraksi Demokrat yang duduk di kursi legislatif telah memperburuk citra partai. “Apalagi yang bersangkutan miliki istri dua. Ini juga ikut memperburuk citra partai dan bila dibiarkan partai ini akan ditinggal oleh konstituennya,” sebut Papilaja.

Selain itu, Papilaja juga membongkar cara kerja partai yang selama ini dikendalikan Pattiasina, tanpa sepengetahuan Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttileihalat.  

“Semua aktivitas pengendalian partai selama ini dikelola Pattiasina. Surat keluar masuk dihandel yang bersangkutan dengan cara tanda tangan Ketua DPD Demokrat Maluku discan. Ini bahaya bagi Partai bila terus dibiarkan,” tegasnya.

Cilakanya lagi, beber Papilaja, selama ini roda partai demokrat Maluku tidak bergerak. Partai ini karam dari aktivitasnya.  Bergeraknya, partai ini bila ada momentum Pilkada, bebernya. 

Bahkan, sambung Papilaja, Demokrat menjalankan tugas tidak pernah dikonsolidasi, padahal kepemimpinan DPC sudah berakhir tapi terus ditunda. “Ini bukti kegagalan Pattiasina,’’tandasnya.

Karena itu, Joga mempertanyakan pelaksanaan Musda yang melenceng dari SK DPP Demokrat. Pasalnya, masa bakti kepemimpinan DPD Demokrat Maluku, selesai September 2017 mendatang.  ‘’Apakah pelaksanaan Musda ini keinginan Pattiasina dan Ketua Panitia Musda Melki Frans atau keinginan DPP Demokrat,’’tanya dia.

“Untuk itu, kami minta DPP menegur dan mendiskualifikasikan Pattiasina dari pencalonan Ketua DPD Demokrat. Jika dibiarkan partai ini hancur dan ditinggalkan masyarakat,’harapnya.

Apalagi,  lanjut dia, menjelang Musda, selain anggota Fraksi Demokrat DPRD Maluku, dipatok setiap orang menyetor Rp 50 juta. “Kalau enam anggota fraksi setor berarti  Rp 300 juta terkumpul. Anggota fraksi juga sering di peras atau cari uang untuk setor,’’terangnya.

Tak hanya itu,   sebut dia, informasi yang diperolehnya, Pattiasina  dan Frans mendatangi salah satu Bupati dari salah satu parpol besar untuk ikut mendanai Musda. Dilnya, Bupati yang ingin calon Gubernur diberikan garansi rekomendasi Demokrat.

“Ini khan keterlaluan. Masak bawa-bawa partai bergaining untuk  minta uang. Informasinya, dealnya Bupati itu akan diberikan rekomendasi Demokrat. Ini kan cilaka,’’bebernya.

Mestinya, harap dia, ketua partai memiliki finansial kuat, sehingga tidak meminta-minta uang. Karenanya, dia kembali berharap, DPP menganulir pencalonan Pattiasina. “Kalau dibiarkan dan

Pattiasina pimpin partai, tentu partai ini hancur dan tidak memiliki nilai tawar,’’tandasnya.

Lantas, siapa yang dijagokan pimpin Demokrat, lima tahun kedepan, dia mengaku, Bupati Maluku Tenggara Terpilih, Petrus Fatlolon. Selain kader asli, Fatlolon yang menjabat Ketua DPC Demokrat Kota Sorong, Papua sudah teruji.’’Apalagi, beliau kini menjabat kepala daerah. Tentu, Demokrat ditangan beliau, partai ini besar dan memiliki nilai tawar ditengah masyarakat,’’pungkasnya. (KTM)

BERITA LAINNYA

Dua “Teroris” Bom Seram Barat Ditangkap

Senin, 22 Mei 2017, 08:35 WIB

Tiga Kios di Namrole Terbakar

Senin, 22 Mei 2017, 08:30 WIB

Assagaff: Pentingnya Jaga Kedaulatan NKRI

Senin, 22 Mei 2017, 08:25 WIB

Wanita Ini Culik Mayat Bayi Dalam Kubur

Senin, 22 Mei 2017, 08:20 WIB

Hari Ini Empat Jawara Pilkada Dilantik

Senin, 22 Mei 2017, 08:15 WIB