Menu
Selasa, 23 Mei 2017

KABARTIMUR.co.id, MASOHI - Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan Gerakan Sehat Cerdas (GSC) tahun anggaran 2013-2015 oleh Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, memasuki babak baru.

Kejari Malteng menetapkan Natalia Monica sebagai tersangka penyalahgunaan dana GSC Kecamatan TNS senilai Rp 1,8 miliar. Natalia merupakan Bendahara GSC di Kecamatan TNS-Waipia, Kabupaten Malteng.

Penetapan tersangka setelah korps Adhyaksa menaikan penanganan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Hari ini (kemarin) penyidik Kejaksaan Negeri Malteng telah menetapkan Bendahara GSC TNS berinisial NM sebagai tersangka penggunaan dana GSC tahun anggaran 2013, 2014 dan 2015,” kata Kepala Kejari Malteng  Robinson Sitorus di Masohi, Kamis (18/05).

Natalia diduga menyelewengkan anggaran GSC untuk kepentingan pribadi. Uang senilai Rp 400 juta digunakan untuk biaya pernikahannya. Anggaran miliaran rupiah itu juga digunakan untuk membeli tanah, dan membuka dua unit kios, serta pembelian tiga unit mobil.

Tim jaksa telah menyita satu unit mobil milik tersangka yang dibeli dari uang hasil korupsi GSC. “Untuk aset yang dibeli tersangka dari anggaran GSC, kita baru menyita satu unit mobil,” sebut Kajari.

Natalia dikenakan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Lebih dari 29 orang saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini. Kejari Malteng menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara.

Sebagaimana diketahui, dana GSC ini dicairkan Pemerintah Provinsi Maluku ke Kabupaten Malteng untuk dipergunakan sebagai bantuan makanan sehat dan bergizi bagi balita dan lansia maupun biaya memeriksa kesehatan ibu hamil.

Dana GSC ini juga bermanfaat membantu masalah pendidikan anak-anak, seperti membeli pakaian seragam dan tas sekolah, serta membayar tenaga guru honorer pada 18 desa di Kecamatan TNS-Waipia.

Namun disinyalir Natalia Monica telah menyalahgunakan pengelolaan anggaran tersebut sehingga Pemprov Maluku menutup rekening GSC di Malteng.

Saat diperiksa tim jaksa penyelidik, Natalia mengaku telah menggunakan dana Rp400 juta untuk biaya pernikahannya. Dia juga membeli sebidang tanah, membuka dua kios, serta membeli tiga unit mobil.

Sementara tenaga honorer yang ikut bekerja dalam program itu di 18 desa di kecamatan TNS tidak dibayar oleh Natalia. (CR2)

BERITA LAINNYA

Dua “Teroris” Bom Seram Barat Ditangkap

Senin, 22 Mei 2017, 08:35 WIB

Tiga Kios di Namrole Terbakar

Senin, 22 Mei 2017, 08:30 WIB

Assagaff: Pentingnya Jaga Kedaulatan NKRI

Senin, 22 Mei 2017, 08:25 WIB

Wanita Ini Culik Mayat Bayi Dalam Kubur

Senin, 22 Mei 2017, 08:20 WIB

Hari Ini Empat Jawara Pilkada Dilantik

Senin, 22 Mei 2017, 08:15 WIB