Menu
Kamis, 22 Juni 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Dua provokator penebar kebencian alias “penista” agama di media sosial akhirnya ditangkap aparat kepolisian. Kedua provokator itu diketahui bernama Berry Peilouw  dan Rifki Arode.

Keduanya ditangkap dalam waktu relatif singkat di dua wilayah berbeda di Maluku setelah sempat memposting status bernada kebencian di akun facebooknya masing-masing.

Berry ditangkap terlebih dahulu di Desa Rumberu, Kecmaatan Inamosul, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (18/5). Dia ditangkap  aparat Polsek Kairatu di tempat persembunyiannya di desa tersebut.

Setelah ditangkap pelaku langsung digelandang ke kantor Polsek Kairatu untuk menjalani pemeriksaan. Selanjutnya setelah di BAP, pelaku lalu dibawa ke kantor Polres SBB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan langsung di tahan.

Kapolsek Kairatu, Iptu Zeth Riry mengungkapkan, pelaku ditangkap di rumah salah satu keluarganya pukul 02.00 WIT. Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polsek Kairatu danselanjutnya dibawa ke Polres SBB.

“Iya sudah ditangkap Kamis dinihari sekira 02.00 WIT. Dia bersembunyi di rumah keluarganya di desa Rumberu,”kata Riry saat dihubungi Kabar Timur kemarin.

Berry memposting status penistaan agama di laman facebooknya pada Selasa (16/5) dua hari lalu. Dalam postingannya, Peilouw menghina agama Islam secara vulgar.

Postingan itu sontak menimbulkan keresahan tidak hanya di media sosial, namun juga masyarakat di Maluku. Warga yang yang tidak terima dengan perbuatan pelaku ini lalu mendesak polisi untuk menangkapnya. Postingan pelaku juga menjadi viral di media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari para nitizen.

Sementara Rifki yang saat ini telah ditahan di kantor Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ditangkap aparat Buser Polres Pulau Ambon pada Kamis malam. Sejauh ini polisi belum mau memberikan keterangan resmi soal penangkapan tersebut, meski begitu polisi membenarkan pelaku kini telah ditangkap.

“Teman2 jurnalis.. trims doanya... Buser sudah amankan yang bersangkutan,”tulis Kabag Ops Polres Pulau Ambon, AKP Bachtiar Hehanussa di gruop WA waratwan Polres.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Rifki ditangkap di salah satu kawasan di Kecamatan Sirimau Ambon. Penangkapan terhadap Rifki dilakukan setelah postingan berbau kebencian kepada umat Kristiani yang diunggah menyebar di dunia maya.

Meski postingan itu telah dihapus, namun ujaran kebencian yang disampaikan lewat akun facebook miliknya terlanjur di crop dan dibagikan nitizen.

Sama dengan Berry, Fadi melalui akun facebooknya bernama Fikri Tubaka juga menggunggah ujaran kebencian terhadap agama Kristiani dengan vulgar. Posotingan itu juga menjadi viral di media sosial, dan mendapat banyak kecaman dari para nitizen. Sejumlah nitizen juga mendesak agar polisi segera menangkap yang bersangkutan dan diproses sesuai hukum yang bebrlaku.
(CR1)

BERITA LAINNYA