Menu
Selasa, 12 Desember 2017

Hujan & Jalan Belubang

Jumat, 11 Agustus 2017, 05:28 WIButama

KABARTIMUR.co.id - Musim hujan di Kota Ambon punya cerita miris bagi warga di daerah ini. Hampir seluruh jalan-jalan utama lobang disana-sini. Hujan akan jadi alasan paling klasik untuk membiarkan warga kota menikmati jalan berlubang sepanjang aktivitas yang dilakukan saban hari disaat hujan itu menguyur deras kota ini maupun intensitas hujan sudah berkurang.

Dalam sebuah angkot jurusan Kebun Cengkih dan jurusan Talake hujan bukan jadi bahan kritik bagi mereka. Tapi, jalan-jalan utama yang dilalui angkot pelbagai umpetan atau kritik warga “menyerang” pemerintah.

“Ini jalan pada lobang. Setiap hari pejabat-pejabat lewat tak ada sedikitpun kepedulian mereka melihat ini (jalan lobang).”  “Lubangnya dari kecil dibiarkan hingga membesar, kalau dikritik pasti dalihnya hujan.” Kritikan ini kerap dilontarkan warga yang saban hari melakukan aktivitas dengan angkutan kota (angkot).

Miris memang. Hampir sebagian jalan-jalan utama di Kota Ambon ini berlubang.  Mulai dari jalan nasional yang dikelola Balai Jalan dan Jembatan, Jalan Provinsi hingga Jaslan Kota Ambon. Sejak musim hujan, hingga intensitas hujan yang makin meredah, tidak terlihat ada upaya untuk memperbaiki.

Ya mungkin warga benar, dalih mereka karena hujan. Tapi apakah iya, hujan lantas aktivitas pembangunan jalan yang lobang dihentikan, karena takut rugi dan lain-lain? Kalau itu dijadikan alasan, lantas bagaimana dengan pajak-pajak kendaraan yang dibayar warga?  Apa iya harus juga libur membayar karena hujan?

Lihat saja jalan nasional yang berada tepat didepan Kantor Pertanahan Wilayah Maluku. Lubang jalan yang besar terus  mengangah. Setiap kendaraan roda dua dan empat yang ditumpangi warga harus ekstra hati-hati melewati jalanan itu. Miris memang, karena jalanan seban hari dilalui hampir seluruh pentinggi di daerah ini.

Apakah mereka masih punya mata? Apakah mereka masih punya rasa? Dan apakah mereka peduli sama nyawa warganya bila terjadi kecelakaan pada lubang di jalan itu?  Kalau saja mereka punya  mata, punya rasa dan punya kepedulian jalan itu tidak dibiarkan terus berlubang sekalipun hujan di daerah ini terus turun.

Ya, maaf karena mata, telinga, rasa dan kepedulian tidak lagi ada, yang terjadi adalah lobang dijalanan itu terus dibiarkan hingga kemarin, dan mungkin tunggu datangnya Pak Presiden Joko Widodo, baru mereka rame-rame sibuk memperbaikinya hanya karena takut jabatannya dicopot dan juga cari muka.

Dua agenda kunjungan presiden di Kota Ambon, yang pertama HUT Hari Pers Nasional dan Peresmian Jembatan Merah Putih adalah contoh paling kongkrit.  Dimana sepanjang jalan yang akan dilalui Presiden jauh-jauh hari baik lobang kecil dan lubang besar segera diperbaiki.

Jadi memang pejabat kita  ini mengabdinya kepada presiden bukan kepada rakyat. Kalau pengabdian mereka kepada rakyat, sudah pasti jalan-jalan yang hampir sebagian besar berlubang di Kota Ambon, sudah diperbaiki. Proses perbaiki  bisa dilakukan secara parmanen dan bisa juga dilakukan secara tambal sulam, tujuannya untuk mengantisipasi kecelakaan bagi warga atau rakyat di daerah ini. 

Mudah-mudahan dengan tulisan ini, bisa mengetuk nurani  pengabdian para aparatur sipil negara di daerah ini,  Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota dan yang teramat penting adalah para wakil rakyat yang juga saban hari mengunakan jalanan untuk beraktivitas. Urusan politik Pilkada jangan sampai mengabaikan tugas-tugas pelayanan khususnya keselamatan warga soal jalanan berlubang ini. Semoga!! (KT)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB