Menu
Jumat, 20 Oktober 2017

Murad Ismail Kembalikan Berkas di PKB

Tunny : Pasangan Wakil Gubernur Belum Final

Sabtu, 12 Agustus 2017, 06:00 WIButama
Irjen Pol. Murad Ismail

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail secara resmi mengembalikan berkas pendaftarannya sebagai Bakal Calon Gubernur Maluku periode 2018-2023 di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pengembalian tersebut tidak dilakukan sendiri oleh Murad, namun diwakili timnya yang dipimpin M. Azis Tunny, Jumat (11/8), kemarin.

“Pak Murad tadinya sudah menjadwalkan kehadirannya sendiri untuk mengembalikan berkas pendaftaran, namun karena ada tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga kehadiran beliau diwakilkan oleh kami,” kata Tunny yang juga Juru Bicara Murad Ismail kepada pers usai pengembalian berkas pendaftaran di Kantor DPW PKB Maluku.

Ia mengatakan, sebelum pengembalian, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Ketua Desk Pilkada PKB Maluku, Malaka Yaluhun, sampai memastikan bahwa pengembalian bisa diwakilkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

“Atas nama Pak Murad dan tim, kami sangat berterima kasih karena PKB memberikan solusi melalui pleno khusus yang diputuskan tadi, bahwa pengembalian berkas Pak Murad bisa diwakili oleh tim karena ada tugas negara yang tidak bisa beliau tinggalkan,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait wacana Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku Hendrik Lewerissa telah menjadi pasangan Wakil Gubernur Murad Ismal, Azis menyatakan bahwa hal itu belum final.

Tunny membenarkan ada pertemuan antara Murad dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua DPD Partai Gerinda Maluku Hendrik Lewerissa, namun terkait dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Prabowo tersebut, belum diumumkan ke publik.

“Insyaa Allah Pak Prabowo memberikan restu dan dukungan buat Pak Murad. Namun, sampai sekarang belum ada pertanyaan resmi soal wakil dari Pak Murad, jadi kita bersabar dulu. Pasti pada waktunya, kita akan tahu siapa yang akan mendampingi Pak Murad sebagai calon wakil Gubernur,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur maka partai pengusung harus berkoalisi karena butuh dukungan sembilan kursi di DPRD Maluku. Menurutnya, sampai saat ini komunikasi lintas partai politik terus dilakukan pihaknya.

“Pak Hendrik salah satu figur yang menjadi pertimbangan Pak Murad, tapi komunikasi politik terus dilakukan karena untuk maju harus koalisi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat soal siapa yang menjadi pasangan wakil Pak Murad sudah final,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis kepada pers mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Murad Ismail yang mempercayakan PKB sebagai salah satu partai politik untuk dirinya ikut dalam kontestasi Pilkada Maluku, 2018 mendatang. Menurutnya, keputusan untuk pengembalian berkas pencalonan Murad Ismail bisa diwakilkan, diambil setelah Desk Pilkada PKB memutuskannya dalam Pleno Khusus.

“Jadi, pleno khusus ini bukan untuk kepentingan Pak Murad saja. Ada juga bakal calon lain yang mengkonfirmasi ke kami untuk meminta tahapan pengembalian diperpanjang, misalnya Dirjen Kementerian PDT Pak Johozua Yoltuwu, beliau juga tidak bisa hadir sekarang ini karena ditunjuk oleh Kementerian PDT sebagai Ketua Panitia Hari Kemerdekaan RI. Saya kira kita juga harus menghormati dan mempertimbangkan hal ini, karena itulah Desk Pilkada PKB melaksanakan Pleno Khusus,” jelasnya. (MG5)

BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB