Menu
Selasa, 26 September 2017
Remon Putti­­leihalat | Sumber Foto:IST

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Penyidik Pe­ga­wai Negeri Si­pil (PPNS) Dinas Kehu­ta­nan Provinsi Maluku me­mastikan berkas per­ka­ra Paulus Samuel Putti­­leihalat alias Re­mon akan segera dise­rah­kan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Tahap II (penyera­han tersangka dan ba­rang bukti) dilakukan sete­lah berkas perkara ter­sangka kasus pe­nyero­botan hutan produksi dan kawasan kon­servasi di Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2013, itu dinyatakan lengkap (P21).

Proses tahap II berulang kali molor, setelah mantan Plt Kepala Dinas PU SBB ini kabur ke Jakarta, sejak beberapa bulan lalu. Remon di­buru anggota Ditreskrimsus se­te­lah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Maluku.

Pelarian kakak kandung bekas Bupati SBB dua periode Jacobus Puttileihalat itu berakhir, Rabu (16/8) tengah malam. Dia berhasil dibe­­kuk di sebuah penginapan di Ke­bayoran, Jakarta Selatan.    

“Kita rencanakan pekan depan tahap II. Mungkin Senin atau Se­lasa karena saat ini PPNS masih me­nyiapkan administrasinya,” kata Kepala Dinas Kehutana Provinsi Ma­luku, Sadli Ie kepada Kabar Timur, Jumat (18/8).

Dia berharap PPNS secepatnya dapat menyiapkan administrasi untuk dilakukan tahap II ke JPU Ke­jak­saan Tinggi Maluku. “Kita upa­yakan pekan depan sudah harus di­serahkan ke JPU karena kita ti­dak ingin melewati tenggat waktu yang ditentukan. Harus cepat. Kan Remon sudah tertangkap, jadi ter­tun­­danya tahap II kemarin itu kare­na yang bersangkutan kabur,” jelas­nya. Setelah ditangkap, Remon dititipkan di Rumah Tahanan Polda Maluku di kawasan Tantui, Ambon.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sandy Luhulima yang juga PPNS PNS Dinas Kehutanan Maluku mengatakan berkas-berkas Remon sebagai kelengkapan adminisitrasi untuk tahap II sudah dipastikan lengkap.

PPNS masih berkoordinasi dengan JPU untuk menentukan hari dan lokasi tahap II Remon. “Kita masih tunggu kepastian waktu dan lokasi dari JPU untuk proses tahap II. Kalau administrasinya sudah lengkap,” ujarnya Luhulima.

Sebelumnya diberitakan Remon dicokok di Jakarta Selatan pada Selasa (15/8) pukul 22.30 WIB atau Rabu, (16/8) dini hari pukul 24.30 WIT. Dia ditangkap tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku dibantu personil Polda Matro Jaya.

Setelah disergap, Remon yang tangannya tidak diborgol diter­bang­kan ke Ambon melalui Bandara In­ter­nasional Soekarno Hatta. Me­ngenakan kaos kerak warna biru muda dan celana jeans, Remon te­tap mengumbar senyum.

Menggunakan pesawat Batik Air, Remon yang mengenakan kaca­mata hitam dikawal dua anggota Ditreskrimsus. Dia digiring oleh Kompol Max Tahya dan Bripka Thomas Watumlawar. Remon tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon, pukul 19.00 WIT.

Penetapan Remon sebagai DPO setelah Ditreskrimsus Polda Maluku menerima surat DPO dari Korwas SBB pada 24 April lalu. Tersangka dijadikan DPO karena tiga kali tidak memenuhi panggilan PPNS Dinas Kehutanan Maluku untuk diperiksa sebagai tersangka.

Remon terjerat kasus penyero­botan hutan produksi dan kawa­san konservasi di SBB untuk pem­bukaan jalan sepanjang 13 kilometer pada 2013. Pembukaan lahan hutan lindung itu tanpa disertai surat ijin pinjam pakai kawasan hutan.

Remon dijerat pasal 50 ayat (3) huruf a, b dan j, junto pasal 78 ayat (2) dan 15 Undang-undang RI No.41/1999 tentang kehutanan dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

AJUKAN IZIN BEROBAT
Baru dua hari mendekam di Rutan Polda Maluku, Remon mulai bertingkah. Ingin menghirup udara segar untuk sementara, bekas orang berpengaruh di SBB ini  menga­jukan izin berobat.

Kepala Dinas Kehutanan Malu­ku, Sadly Ie mengatakan kuasa hu­kum tersangka mengajukan per­min­­taan untuk berobat pada 18 Agus­tus 2017. Apakah tersangka akan diberikan pembantaran atau izin berobat, Sadly belum dapat memastikan.

“Saya telah berkoordinasi de­ngan PPNS untuk menindak­lanjuti per­mintaan berobat tersangka,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi ke­sehatan, PPNS telah menemui ter­sangka di Rutan Polda Maluku, kemarin. “Kita belum dapat memas­tikan (memberikan pembantaran), PPNS masih menyiapkan berkas administrasi untuk tahap II,” tandas Sadly. (RUZ/AN)

BERITA LAINNYA

Pelayanan Disdukcapil Ambon Lumpuh

Senin, 25 September 2017, 22:24 WIB

Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung

Senin, 25 September 2017, 22:21 WIB

Jaksa Siap Lidik Kades Kelang Asaude Dilapor

Senin, 25 September 2017, 22:19 WIB

Tim Tagop Klaim Rekomendasi Enam Parpol

Senin, 25 September 2017, 22:18 WIB

Truk Kontainer Seruduk Kabel Telkom

Senin, 25 September 2017, 22:17 WIB

Tahap II Remon Terhalang Izin Korwas

Senin, 25 September 2017, 22:15 WIB