Menu
Sabtu, 18 November 2017
RIZKY AMBAR/ KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Bentrok warga pecah di kawasan destinasi wisata Pasir Panjang, Kabupaten Malra, Minggu, petang, kemarin.  Lima warga dilaporkan terluka akibat insiden tersebut. Apa penyebabnya?

Bentrokan itu, melibatkan warga Kampung Ohoililir dan Ngilngof Kecamatan Kei Kecil. Wartawan Kabar Timur, Rizki Ambar, dari Malra melaporkan, kedua warga terlibat saling serang menggunakan parang, tombak serta busur panah.
I

nformasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, insiden itu bermula akibat sejumlah Honai atau tempat berteduh di kawasan Pariwisata dirusak orang tak dikenal (OTK), yang memancing amarah warga kampung Ngilgof.

“Warga marah dan mengamuk sebab mereka mendengar kabar kalau pelaku pengrusakan diduga adalah warga kampung Ohoililir,”  ungkap sejumlah warga di Lokasi Wisata, kepada Kabar Timur.

Situasi kian memanas menyusul terjadinya konsentrasi massa dari kedua desa tersebut. Tak butuh waktu lama, bentrokan pun pecah. Bentrokan itu berlangsung disaat suasana pantai wisata itu sedang ramai dikunjungi warga menghabiskan waktu liburan Minggu.

Tak pelak, bentrokan  tersebut menyababkan, warga yang tengah menghabiskan waktu liburannya di pantai itu menjadi panik. Mereka lari kocar-kacir menyelamatkan diri, dari amukan dua warga desa yang saling bentrok.

Akibatnya, sejumlah warga  yang saling bentrok dilaporkan terluka terkena sabetan parang dan juga terkena anak panah. Para korban yang terluka saat ini tengah menjalani perawatan instensif di Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur dan sebagian lainnya dirawat di rumah sakit Langgur.

Pantauan Kabar Timur di RSUD Karel Sadsuitubun tercatat ada seorang warga Ngilngof yang menjalani perawatan. Korban yang dirawat di rumah sakit ini mengalami luka cukup parah karena terkena sabetan parang dibagian kepala dan betis.

Sementara di rumah sakit langgur tercatat ada  tiga korban yang menjalani perawatan intensif karena terkena sabetan parang. Ketiga korban yang dirawat itu adalah warga dari kampung Ohoililit.

Sedangkan, informasi lainnya yang diterima Kabar Timur  juga menyebutkan, ada seorang warga Ngilngof yang terkena panah. Namun, korban tidak dilarikan ke RSUD,  hanya menjalani perawatan di kampungnya.

Bentrok antara kedua warga desa ini ditengarai dipicu kasus sengketa lahan di lokasi wisata. Sengketa kepemilikan lahan antara kedua warga desa itu telah berlangsung lama. Kedua desa sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah lokasi wisata tersebut.

Terkait insiden itu, Kapolres Maluku Tenggara dan Kasat Reskrim Maluku Tenggara yang dihubungi Kabar Timur tidak mau menjawab panggilan telepon. Bahkan, layanan pesan singkat yang dikirim untuk mengkonfirmasikan insiden tersebut juga tidak direspon.  (RIZ/KT)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB