Menu
Jumat, 20 Oktober 2017
IST

Perseteruan Murad Ismail dan Said Assagaff terus memanas. Sebelumnya, Murad “serang”  Assagaff, kini Assagaff,  menjawab “serangan” Murad. Dia juga menangkis soal pasangan dengan Bupati Maluku Tenggara.

Murad mengklaim telah mengantongi rekomendasi parpol dengan jumlah 15 kursi. Klaim Murad dijawab Assagaff . Dia mengkliam telah mengantongi enam kursi parpol.

“Saya ini sudah punya enam kursi. Saya punya rekomendasi Golkar. Kalau dia (Murad) punya apa. Dia punya rekomendasi mana. Kalau ada mana? Kasih tunjuk, saya mau lihat,” tangkis Assagaff kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Soal rekomendasi, kata dia, Murad tak hanya mengkliam 15 kursi Parpol, tapi harus tunjukan bukti secara fisik kepada publik. “Harus ada bukti. Kalau bisa kasih tunjuk buat saya. Kalau saya ini jelas Golkar sudah berikan rekomendasinya. Intinya mau membangun Maluku perlu jujur,” kata Assagaf.

Lantas bagaimana tanggapan pengamat soal perseteruan Murad-Assagaf ini? Pengamat Politik Unpati Ambon,  Johan Tehuayo menilai, perseteruan Said dan Murad jelang Pilgub, karena  keduanya memiliki kompotensi yang berbeda-beda. ‘’Assagaff sebagai petahana yang berkompotensi dibidang pemerintahan. Sedangkan Murad mempunyai pengalaman dibidang politik dan keamanan,’’kata Johan, kemarin.

Menurut dia, Murad Ismail, saat ini masih dalam proses pencalonan merebut kursi Gubernur Maluku. Namun, bagi petahana telah mendapat dukungan dari beberapa partai politik. “Ini berarti dari sisi figur sudah mendapat dukungan publik. Sementara Murad belum mendapat rekomendasi dari partai politik dan belum bisa dikatakan lolos sebagai calon Gubernur, karena dalam aturan pencalonan siapa yang mencalonkan harus mendapat rekomendasi partai,”jelasnya.

Selain itu,  dari berbagai hasil survei sejumlah lembaga, diakui bahwa petahana Said Assagaff masih mendominasi, karena telah mendapat dukungan dari beberapa parpol. “Ini menunjukan peluang petahana terpilih kembali masih tinggi dibandingkan Murad,’’sebutnya.

Terpisah, pengamat politik, Said Lestaluhu mengaku,  perseturuan Murad dan Assagaff hanya ingin menarik perhatian publik. Dia menilai, dua figur itu ingin  memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku. “Tujuanya  mempengaruhi minat parah pemilih saja,’’kata Lestaluhu Said menjawab Kabar Timur, kemarin.

Intinya, kata dia, saat ini masyarakat Maluku terutama pemilih sementara menilai bagimana para kandidat memberikan yang terbaik dengan track record selama memimpin Maluku. Menurutnya, pihak lawan yang bersaing dengan petahana biasanya berusaha mengkritik kebijakan yang sudah dilakukan petahana.

TANGKIS BERPASANGAN

Selain itu, Assagaf juga menangkis soal resmi dirinya telah berpasangan dengan Bupati Maluku Tenggara, Andre Rentanubun.  Dia menyatakan, semua informasi itu hoax. Menurutnya, siapa lebih dulu mengantongi rekomendasi dia lah yang memiliki kans lebih besar.

Dikatakan, Anderias Rentanubun belum final berpasangan, seperti ramai diberitakan. “Semua itu berita hoax, tidak benar. Dibahas saja belum, apalagi tandatangan rekomendasi. Parcaya beta ini ee, jang parcaya yang lain! jadi Gubernur itu harus jujur,” kata Assagaff menjawab Kabar Timur sebelum melangkah masuk ke ruang kerjanya di kantor Gubernur Maluku.

Dia mengaku belum bisa memastikan siapa figur balon Wakil Gubernur pendamping dirinya di Pilgub Maluku 2018. Pasalnya, DPP Partai Golkar belum memberikan lampu hijau kepada figur balon tertentu sebagai calon Wakil.

DPP Partai Golkar belum memberikan sinyal dimaksud dikarenakan, figur-figur yang diwacanakan mendampingi dirinya belum satu pun yang telah mengantongi rekomendasi partai-partai itu.

“Belum, belum ada sinyal. Kita persilahkan untuk (Pa) Andre dapatkan rekomendasi partai-partai dulu, (Pa) Edwin juga harus dapat rekomendasi dulu. Jadi siapa yang duluan, itu yang ditunggu oleh DPP,” terang Assagaff.

Dikatakan, dia bersama Rentanubun di DPP PKB hanya kebetulan sama-sama mengikuti fit and proper test. “Intinya saya masih tunggu partai tambahan. Berpasangan dengan siapapun, saya terima. Status saya sekarang dengan Edwin Huwae masih proses, dan bersama Rentanubun juga masih dalam proses,’’paparnya.

Dia berharap, Rentanubun maupun Huwae mendapat rekomendasi parpol lain dan dia akan putuskan berpasangan. “Tinggal mereka (Rentanubun-Huwae). Siapa duluan dapat partai berpasangan dengan saya. Karena wakil harus cari satu partai sebagai modal. Masa saya harus cari lagi. Intinya yang bisa membawa bendera partai lebih dulu, itulah yang saya gandeng,’’tandasnya.  (RUZ/CR8)

BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB