Menu
Selasa, 12 Desember 2017
Remon Puttileihalat | Sumber Foto:Doc. Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Mantan Plt Kepala Dinas PU Kabupaten Seram Bagian Barat, Paulus Samuel Puttileihalat alias Remon bisa dibilang superior.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Maluku sepertinya ìkehilangan akalî menghadapi kakak kandung mantan bupati SBB dua periode Jacobus Puttileihalat ini.

Betapa tidak, sudah berbulan-bulan PPNS Dishut belum juga mampu menghadirkan bekas calon bupati SBB itu untuk menjalani proses tahap II, setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa penuntut umum.

Ditangkap di Jakarta medio Agustus lalu setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, Remon hanya sepekan ditahan di Rutan Polda Maluku. Setelah itu Remon dibebaskan pasca menang di Pengadilan Negeri Ambon. Ditahan di Rutan, Remon mengajukan permohonan praperadilan di PN Ambon. Dia menggugat penahanannya oleh PPNS Dishut Maluku. Hakim memenangkan gugatan dan Remon pun dilepaskan dari hotel prodeo.

Remon merupakan tersangka kasus penyerobotan hutan produksi dan kawasan konservasi di SBB untuk pembukaan jalan sepanjang 13 kilometer pada 2013. Pembukaan lahan hutan lindung itu tanpa disertai surat ijin pinjam pakai kawasan hutan.

Remon dijerat pasal 50 ayat (3) huruf a, b dan j, junto pasal 78 ayat (2) dan 15 Undang-undang RI No.41/1999 tentang kehutanan dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

Kini upaya PPNS menghadirkan Remon untuk menjalani tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU) terlihat melempem.

PPNS belum dapat memastikan kapan ìmemaksaî Remon menjalani tahap II. PPNS seperti menyerah menghadapi berbagai macam cara yang dilakukan Remon untuk menghambat proses hukum yang seharusnya dijalaninya.

Kepala Dinas Kehutanan Sadli Ie, Kepala Bidang Pembinaan Hutan Dishut Maluku, Sandy Luhulima serta Kepala Seksi Penegakan Hukum Dishut Maluku, David Watutamata yang biasanya enteng berkomentar kini irit bicara. Ketiganya malah saling lempar saat diwawancarai awak media.

David Watutamata yang dikonfirmasi Kabar Timur enggan berkomentar banyak soal Remon. "Soal Remon nanti bapak wartawan hubungi Pak Sandy jua," ujarnya diujung telepon, Rabu (11/10).

Begitu juga Sandy Luhulima enggan memberikan keterangan. "Coba hubungi bapak Kadis jua," tolaknya.

Kepala Dinas Kehutanan Maluku, Sadli Ie juga setali tiga uang. Pesan pendek yang dilayangkan Kabar Timur tak direspon sadli.

Sebagaimana diketahui, sempat ditahan, tapi Remon tidak berada di tahanan Mapolda Maluku di kawasan Tantui, Ambon. Dia lebih banyak dirawat di RS Bhayangkara Polda Maluku setelah didiagnosa menderita penyakit jantung. Setelah dibebaskan dari Rutan Polda dan meninggalkan RS Bhayangkara, entah betul atau tidak, Remon mengaku mengalami gangguan kesehatan.

Surat keterangan dokter RSU Piru, SBB, Michael Wattimena membawa ìberkahî bagi Remon. Mengantongi surat sakit, proses tahap II Remon ditangguhkan atas permintaan kuasa hukumnya Anthony Hatane.

Padahal, surat panggilan sudah dilayangkan PPNS Dishut sebelum Remon divonis sakit setelah bebas dari Rutan Polda.

Tidak berhenti sampai di situ, tahap II Remon kembali gagal dilaksanakan, menyusul dokter ahli jantung menyebut Remon kembali sakit dan harus beristirahat selama tujuh hari.

Kuasa hukumnya pun kembali layangkan surat penangguhan penahanan hingga Remon sembuh plus menjanjikan kliennya bakal dihadirkan menjalani proses tahap II. Tapi hingga kini Remon tak kunjung memenuhi panggilan PPNS Dishut Maluku untuk menjalani tahap II.

Langkah Dishut menghadirkan Remon telah dilakukan dengan meminta bantuan Korwas PPNS Polda Maluku. Namun entah kenapa Remon belum juga mampu dihadirkan, meski secara lisan sudah direstui oleh Direskrimsus Polda Maluku maupun Korwas PPNS. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB