Menu
Jumat, 20 Oktober 2017
| Sumber Foto:Doc. Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Sebanyak 11 unit dari 35 sepeda motor yang diamankan polisi dari Kapal Negara Salawaku tidak memiliki kelengkapan dokumen kendaraan.

Belasan motor tanpa STNK dan BPKB ini terungkap dari hasil penyelidikan tim penyidik reserse kriminal Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), Ambon.

"Sebelas unit motor tidak memiliki surat," kata Kapolsek KPYS AKP. Roni Ferdi Manawan kepada Kabar Timur, Kamis (12/10).

Penyidik masih terus mengembangkan kasus puluhan motor yang diselundupkan oleh kapal milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kota Tual itu dari Jakarta.

"(Sampai saat ini) 11 saksi sudah diperiksa. Kasusnya masih terus didalami," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 35 unit sepeda motor yang diduga bodong alias hasil curian, berhasil diamankan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Rabu (10/10/2017).

Puluhan motor itu diangkut menggunakan Kapal KN Salawaku milik KPLP Kota Tual. Kendaraan roda dua ilegal ini diamankan saat KN Salawaku bersandar di dermaga Pelabuhan Rakyat, Pantai Losari Kecamatan Sirimau Kota Ambon, sekira pukul 01.00 WIT.

Sumber Kabar Timur di Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyebutkan, puluhan tunggangan itu berasal dari Jakarta. Motor-motor itu hendak di selundupkan ke Kota Tual.

Kasus dugaan penyelundupan ini terkuak ke permukaan, setelah aparat kepolisian mendapat informasi dari warga. Usut punya usut, ternyata benar informasi keberadaan puluhan motor yang diduga hasil curian dari Pulau Jawa.

"Saat dikroscek di pelabuhan Enrique (Pelabuhan Rakyat), ternyata benar," kata anggota polisi.

Hasil pemeriksaan sementara, Haris, ABK KN Salawaku mengaku puluhan motor itu adalah kendaraan bekas milik pegawai KPLP Kota Tual. Puluhan motor beragam merek ini dibeli dari Jakarta. "Katanya motor itu dibeli dengan uang sendiri dari Jakarta dan memiliki kelengkapan surat," tambah sumber yang enggan identitasnya disebutkan.

Dipilihnya KN Salawaku sebagai transportasi penyelundupan puluhan motor ini guna menghemat biaya pengiriman. "Mending dimuat ke KN Salawaku yang kebetulan akan kembali ke Kota Tual dari pada menggunakan jasa pengiriman dan mengeluarkan biaya lagi," kutip sumber dari pengakuan Haris.

Dikatakan, KN Salawaku hendak menuju Kota Tual setelah naik dok di Jakarta. Di tengah perjalanan atau tepat di perairan Ambon, mesin kapal mengalami gangguan.

"Menurut Haris mesin sebelah kapal rusak di perairan Ambon. Akhirnya kapal sandar di pelabuhan Enrique untuk diperbaiki," ujarnya.

Kapal pemerintah itu berlabuh Senin (9/10/2017) sekira pukul 19.00 WIT. Informasi keberadaan motor ilegal itu diterima polisi sekira pukul 21.00 WIT. "Malam itu juga (Senin) ada aparat tiba dengan maksud memeriksa kelengkapan surat kendaraan. Dan pukul 01.30 WIT anggota dari polsek KP3 (KPYS) tiba rencana pagi ini sejumlah kendaraan itu akan dilakukan pemeriksaan fisik apakah benar nomor rangka motor sesuai dengan yang tercantum atau tidak," ungkapnya.

Pantauan Kabar Timur di Pelabuhan Rakyat sekira pukul 12.30 WIT, puluhan motor ilegal itu diangkut menggunakan truk DE 9000 AU berwarna merah menuju Polsek KPYS. Puluhan motor itu terlihat menggunakan pelat nomor polisi B, F dan AA. Kuat dugaan, puluhan motor ini hasil curian.

Kepala Polsek KPYS AKP. Roni Ferdi Manawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga terdapat motor ilegal.

Dia mengatakan, mestinya proses pengiriman harus melalui jasa pengiriman atau jasa yang dilegalkan. "Kalau ini kan secara teknik ada pelanggaran," kata Manawan.

Dari puluhan kendaraan itu, sebagian memiliki STNK dan BPKB. Tapi pihaknya akan mencocokan nomor mesin dan rangka kendaraan untuk mengetahui kesamaan.

"Sementara masih terus kita kembangkan," ujarnya.

Prosedur pengiriman antar wilayah harus ada surat jalan yang dikeluarkan kepolisian setempat. "Ini yang akan kita minta apakah ada atau tidak," sebutnya.

Menurutnya, dugaan penyelundupan motor ini merupakan tindakan kriminal murni, sehingga proses penyelidikan akan terus dilakukan. "Kasus ini bukan delik aduan. Jadi akan diselidiki. Kita belum memeriksa pemilik, masih dikembangkan," ujarnya.

Kepala Pangkalan Lautan Pantai Tual, Alwan Rasid mengakui dirinya mengizinkan puluhan motor itu diangkut di kapal milik negara ini. "Saya jujur kapal ini tak patut bawa motor. Yang pung motor adalah pegawai pangkalan yang mayoritas anak daerah Tual," kata Alwan.

Puluhan motor ini milik anak buahnya yang dibeli untuk keperluan transportasi mereka dalam melaksanakan aktivitas kerja. "Saat tiba di jakarta mereka mungkin tidak punya motor dan beli motor dengan harga yang lebih murah," ujarnya.

Sebelum mengijinkan puluhan motor ini diangkut, Alwan sempat meminta mereka untuk membuat surat pernyataan bahwa motor yang dibeli memiliki kelengkapan surat.

"Saya juga tidak berfikir akan proses surat jalan dari polisi dan sebagainya. Dalam benak saya hanya ingin membantu mereka agar pekerjaan tidak terkendala," sebutnya.
Sebanyak 16 personil KN Salawaku membeli sepeda motor. Ironisnya, motor yang hendak dibawa ke Tual jumlahnya fantastis.

"Memang ada 35 unit. Kata mereka (anak buah), sebagian merupakan titipan keluarga di Tual. Dari awal saya memang menyadari. Tapi disisi lain saya melihat ini untuk memobilisasi mereka di sana (Tual)," terangnya.

Alwan mengaku lalai atas insiden ini. Dia tidak berfikir akan terjadi masalah. Dia hanya berfikir asas manfaat kepada anak buah. "Saya suruh mereka buat surat pernyataan bahwa motor ini lengkap dan tidak punya masalah. Saya akui lalai karena tidak memeriksa (motor) satu per satu," katanya.

Soal kerusakan mesin, Alwan membantah. Menurutnya kapal berlabuh di dermaga Pelabuhan Rakyat untuk memperbaiki pompa air laut sebelah kanan. Pompa ini bertujuan sebagai pendingin. "Saya juga ingin mengatakan bahwa kapal bersandar bukan karena kerusakan mesin tapi pompa air laut. Sekaligus menambah bahan bakar," ujarnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB