Menu
Minggu, 19 November 2017
RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Pawai promosi Festival Meti Kei yang digelar ratusan pemuda-pemudi Maluku Tenggara (Malra) di Kota Ambon, Kamis (19/10) berakhir ricuh.
Awalnya, pawai keliling Kota Ambon dalam rangka mempromosikan event pariwisata Festival Meti Kei tersebut berjalan lancar dan tertib.

Naas, tiba di JL. A.Y Patty tepatnya depan Puskud, kericuhan pecah. Sontak, sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kota Ambon serta aparat kepolisian Polsek Sirimau langsung datangi TKP guna amankan kericuhan.

Usut punya usut, ternyata kericuhan terjadi lantaran sejumlah pemuda dalam konvoi pawai tersebut melakukan pengrusakan serta penganiayaan terhadap sopir kendaraan roda empat jenis avanza berwana silver plat hitam dengan nomor polisi DE 1836 AG.

Akibatnya, body mobil tersebut penyok pada bagian samping kiri dan kanan serta kaca depan mobil retak. Bahkan, sang sopir mobil tersebut, Danny Karapessina pun dianiaya. Insiden tidak mengenakkan itu sempat mencuri perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut.

Dari pengakuan sopir mobil avanza, Danny Karepesina mengaku, insiden tersebut terjadi ketika dirinya tengah membawa keluarga jenazah yang diangkut oleh mobil ambulance dari RSUD Kudamati menuju Bandara Pattimura Ambon untuk diterbangkan ke Jakarta.

Sesampainya di depan Puskud JL. A.Y. Patty, ratusan pemuda-pemudi konvoi pawai promosi Festival Meti Kei terlihat padati badan jalan. Setelah mobil jenazah dipersilahkan lewat, dirinya bermaksud untuk melaju mengikuti mobil jenazah.

Hanya saja, pawai yang pada saat itu menampilkan atraksi tari-tarian kembali padati badan jalan sehingga dirinya tidak bisa lewat. Padahal, dia megangkut keluarga jenazah. “Jadi saya mau lewat, tapi karena tidak bisa, saya klakson. Mereka hanya kasi jalan untuk mobil ambulance saja, padahal saya bawa keluarga jenazah itu mau ke bandara juga. Kemudian saya klakson, tidak tau kenapa mereka langsung balik serang mobil saya,”ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan di TKP.

Bahkan, diakui Danny, dirinya tidak menabrak ataupun menyenggol para pemuda yang sedang pawai. “Kalau saya ada senggol orang boleh, tapi ini kan saya tidak senggol orang. Dong tidak tanya-tanya lai, dong datang langsung hantam mobil dan pukul saya. Padahal saya sudah kasi tau kalau saya dengan iring-iringan mobil jenazah,”sambungnya

Berselang beberapa menit, korban pun diarahkan ke Polsek Sirimau dan langsung membuat laporan polisi atas insiden tersebut.

Disaat Koordinasi Lapangan pawai promosi Festival Meti Kei dipanggil ke kantor Polsek, ratusan pemuda-pemudi yang tadinya sedang bersitirahat di tribun Lapangan Merdeka, ambon usai insiden tersebut pun kembali berbondong-bondong datangi kantor Polsek Sirimau. Namun, tidak terjadi kericuhan di kantor Polsek Sirimau.

Setelah dilakukan mediasi antar korban dan pegiat pawai, akhirnya masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana kerusakan mobil korban sepenuhnya ditanggung pihak penanggungjawab kegiatan pawai promosi.

“Dari kejadian yang baru terjadi di depan Puskud pada saat pawai promosi Festival Meti Kei, persoalan tersebut sudah diselesaikan seacara kekeluargaan oleh pihak penanggungjawab kegiatan. Kendaraan korban yang rusak akan diperbaiki oleh pananggungjawab kegiatan dan korban pun sudah menerima itu dan masalah ini sudah disleesaikan secara kekelaurgaan,”pungkas Kapolsek Sirimau, AKP Wilhelmus Minalarat. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB