Menu
Selasa, 19 Juni 2018
ILUSTRASI
Terkait

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Belum hilang heboh bejat ayah kandung perkosa bocah delapan tahun, di Kota Ambon. Kali ini,muncul lagi perbuatan serupa di Desa Yeluru, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah.  Seperti apa kisahnya.

Ayah bejat dari Kecamatan TNS itu, berinisial YM.  Anak kandungnya berusia 15 tahun itu diperkosa dalam kamar rumahnya sendiri, di saat putrinya itu sebut saja Intan tengah tertidur pulas.

Perbuatan ini terungkap setelah Intan berhasil kabur dan lolos dari rumah di pagi buta menuju rumah kakek dan neneknya di Negeri Waru, menempuh perjalanan lebih dari 4 Kilo Meter, bersama tujuh saudara kandungnya.

Demikian diungkap, Kasat Reskrim Polres Malteng, AKP Uspril W.L. Futwembun, kepada Kabar Timur, Jumat, kemarin. “Peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada tanggal 15 Oktober 2017.  Dan, gadis berhasil kabur sampai ke rumah neneknya  pada tanggal 17 Oktober 2017,” ungkap Uspril merincinya.

Menurut dia,  dari pengakuan korban dia bersama tujuh saudara kandungnya kabur dari rumah dengan berjalan kaki lebih dari 4 KM, menuju rumah kakek dan neneknya di Negeri Waru, ungkapnya mengutip pengakuan korban.

Peristiwa naas itu, terjadi pada Minggu, 15 Oktober 2017, malam.  Ayah bejat YM, mendatangi kamar korban, pada pukul 01.00.WIT. Disaat itu korban sementara tertidur pulas. Dan, YM mengendong korban yang tertidur itu menuju kamarnya.

Di kamar pribadi sang ayah bejat itu, darah dagingnya diperkosa. “Jadi sebelum anak kadungnya itu diperkosa terlebih dahulu pelaku mencabuli korban. Korban sempat merontak kesakitan, tapi pelaku menutup mulutnya,” tutur Uspril mengutip cerita korban.

Tak bisa menahan birahi napsunya, pada malam itu dengan aksi perkosanya ayah bejat itu, berhasil  melampiaskan napsunya dengan merengut kegadisan darah dagingnya sendiri.

Belum puas, ayah biadab itu kembali akan menggagahi anaknya pada hari yang sama.  Namun, putri kelima dari 8 bersaudara itu, memohon kepada ayahnya agar tidak mengulangi perbuatan bejatnya itu. “Saat itu korban mengatakan jika tubuhnya sakit. Ia memohon kepada ayahnya, karena pagi hari korban akan mengikuti ulangan (di sekolah),” ujarnya.

Mendengar permohonan siswi SMP itu, ayah biadab itu menurutinya. Setelah merenggut kegadisan putrinya, dua hari berselang, pelaku kembali berniat mengulangi lagi adegan bejatnya itu kepada anaknya itu. Beruntung, korban bisa lepas dari aksi biadab ayahnya setelah berhasil menipunya. Korban beralasan pergi buang air kecil.

“Pada tanggal 17 Oktober, pukul 23.00 WIT aksi serupa hampir terulang. Tapi Korban meminta ijin untuk buang air kecil. Dia lalu keluar dan bersembunyi di semak-semak di samping rumah,” terang Uspril.

Menunggu lama, pelaku keluar mencari putrinya. Melihat ayahnya keluar rumah mencarinya, korban diam-diam kembali masuk ke rumah dan mengambil pakaian seragam sekolah bersama tasnya.

Petaka yang menimpanya diceritakan kepada saudaranya. “Korban menceritakan kepada saudara-saudaranya. Mereka kemudian kabur bersama menuju rumah opa dan omanya di Desa Waru sekira pukul 04.00 WIT,” jelasnya.

Berhasil kabur dengan menempuh jarak 4 Km, perbuatan biadab pelaku diceritakan kepada Opa dan Omanya. Perbuatan bejat ayah kandung ini dilaporkan ke polisi. “Kita sudah amankan pelaku. Dia dijerat undang-undang dan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandas Uspril. (CR1/CR2)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB