Menu
Minggu, 25 Pebruari 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Sejumlah warga Banda di Kota Ambon mendapatkan perlakuan yang kurang meyenangkan.
Pasalnya, sekitar 17 warga Banda yang ingin berlayar dengan KM. Pangrango dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Jumat (10/11) diusir dari kapal milik PT Pelni itu.

Rencananya belasan calon penumpang itu  menuju Pelabuhan Banda Neira, Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Mereka akan menghadiri puncak acara Pesta Rakyat Banda, hari ini.
Dikutip dari postingan akun Facebook bernama Tabaleko Magrib, kekecewaan yang cukup mendalam dialami warga Banda di Ambon, sore kemarin. Mereka harus menerima kenyataan pahit diusir dari atas kapal milik pemerintah itu.

KM Pangrango disebutnya berangkat hanya mengangkut rombongan yang tidak sampai 50 orang. “Katong pung acara, baru katong dapa user dari kapal,” tulis Tabaleko dalam akunnya.
Informasi yang diterima Kabar Timur menyebutkan, warga yang diusir dari KM Pangrango itu ingin memeriahkan event pariwisata itu. Sebab pada pembukaan Pesta Rakyat Banda 11 Oktober lalu, Gubernur Maluku Said Assagaff sempat menyoroti minimnya animo masyarakat pada even pariwisata yang sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Maluku.  (RUZ)

BERITA LAINNYA

KPU Maluku “Bidik” Kelompok Marjinal

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Oknum TNI Ngamuk di Bandara Pattimura

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Yunus Serang “Diserang” Isu Dana Abadi

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

452 Pulau di Maluku Belum Miliki Nama

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Idris Rolobessy: Ini Kriminalisasi!

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Pembuat Ijazah Palsu Divonis 5 Tahun

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB