Menu
Sabtu, 18 November 2017

Gubernur Buka Seminar Breda

Minggu, 12 November 2017, 23:52 WIButama
IST

KABARTIMUR.co.id,BANDA - Gubernur Maluku Said Assagaff membuka Seminar Internasional Memperingati 350 Tahun Perjanjian Breda, di Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (11/11). “Seminar internasional tentang perjanjian Breda ini sangat penting dan strategis, untuk kita lakukan berdasarkan tiga alasan utama,” ujar Assagaff.

Pertama, menurut dia, Perjanjian Breda menegaskan bahwa pada masa lalu Maluku dan khususnya Banda merupakan pulau rempah-rempah yang sangat kaya, sehingga secara geo-ekonomi punya pegaruh sangat besar dalam perdagangan internasional dan perubahan iklim sosial budaya dan politik global.

“Sebagai contoh proses penyiaran agama dilakukan melalui jalur perdagangan, dan karena harum semerbak perdagangan rempah-rempah itu pula yang melahirkan proses kolonialisasi di daerah ini dan Nusantara secara umum,” tuturnya.

Kedua, lanjut Assagaff, seminar ini juga sejatinya dapat menjadi momentum untuk mengembalikan lagi kejayaan rempah-rempah di bumi raja-raja ini. Baik dalam posisinya sebagai komoditi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tetapi juga menjadi simbol identitas kultural masyarakat Maluku.

“Dan yang ketiga, mengenang perjanjian Breda dapat kita jadikan sebagai media dialog dan silaturrahim lintas peradaban, antara Maluku, khususnya Banda dengan Belanda, Inggris, dan Amerika,” terangnya.
Dimana masa lalu itu, menurut Assagaff, bukan dijadikan alasan untuk bermusuhan, tetapi menjadi momentum untuk membangun pertalian sejati.

Sebagaimana diketahui, sejak awal abad ke-12, Kepulauan Banda menjadi sentral perdagangan rempah-rempah dunia.

Pada masa itu, Pulau Rhun yang hanya memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km menjadi begitu krusial karena nilai rempah pala (baca: dari pohon pala; Myristica fragans) dimana hanya ditemukan di Kepulauan Banda dan memiliki kepentingan ekonomi besar bahkan mengubah peta perdagangan dunia.

Akibatnya, Inggris dan Belanda terlibat dalam pertempuran demi pertempuran demi mendapatkan Pulau Rhun sekaligus pala-nya.

Hingga akhirnya terjadilah Perjanjian Breda, yaitu penawaran pertukaran Pulau Rhun sebuah pulau vulkanik kecil yang dikuasai Inggris ditukar dengan Manhattan sebuah pulau dengan tanah rawa di ujung selatan Sungai Hudson, satu dari lima bagian kota yang membentuk New York kini.

Seminar internasional ini sendiri, merupakan acara yang menutup Pesta Rakyat Banda 2017, yang digelar sejak 11 Oktober hingga 11 November 2017. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB