Menu
Sabtu, 18 November 2017
RUSADIADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Letaknya strategis yang disertai dengan kelengkapan infastruktur, Kota Ambon akan dijadikan sebagai Pangkalan Gerak Polri di Indonesia Timur. Ibukota Provinsi Maluku ini dinilai memadai. Sebab, seluruh instansi mulai dari Gubernur, Pangdam, Kapolda, Walikota dan lain sebagainya berpusat di Kota Ambon. 

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Repoblik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian kepada wartawan di Markas Poda Maluku, Senin (13/11). Letak Kota Ambon yang sangat strategis itulah, menjadi alasan kenapa Ambon dipilih sebagai tempat perayaan upacara HUT Brimob Polri ke 72. 

“Tahun ini Kita sengaja melakukan HUT Brimob di Ambon. Biasanya dilakukan di Jakarta dan beberapa tempat lain. Tujuannya adalah karena Ambon ini kota yang sangat strategis untuk menjadi pusat pangkalan gerak dalam membackup wilayah wilayah lain di Indonesia Bagian Timur,” kata Tito, sesaat setelah meninggalkan Mapolda Maluku.

Orang nomor 1 di tubuh Polri ini berencana menjadikan Ambon sebagai markas pasukan, khususnya Brimob sebagai bala bantuan dalam mengatasi peristiwa genting yang terjadi di sejumlah wilayah Timur Indonesia. 

“Seperti Papua, dimana tingkat keamanannya yang relatif. Ada dinamika politik disana, (mempengaruhi) keamanan, pilkada disana, kemudian ada muncul kelompok bersenjata,” jelasnya. 

Bukan saja Papua, tapi tercatat jika ada jaringan teroris dari Philipina Selatan sedang penetrasi di Maluku Utara. 

“Tempat yang paling strategis untuk mengkafer wilayah-wilayah itu adalah Ambon. Kalau dari Sulawesi Selatan terlalu jauh, apalagi dari Jakarta,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, dalam sistem of manajemen operasional Polri, apabila suatu wilayah sedang dilanda kemelut, maka daerah terdekat lainnya dapat menurunkan bantuan. 

“Kalau satu wilayah kerepotan maka akan dibackup oleh wilayah lain. Kalau dari Jakarta terlalu jauh. Oleh karena itulah, Kita bisa taru pasukan di Ambon untuk backup wilayah lain,” ucap Tito. 

Disisi lain, Tito menegaskan, kedatangan beliau tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Kunjungan Jenderal Bintang 4 ini murni, hanya untuk bertatap muka secara langsung dengan jajarannya di Polda Maluku. 

Tito mengakui bahwa selama berkunjung di Ambon, hanya menghadiri acara bersama Presiden, serta kegiatan dari organisasi kemasyarakatan lainnya. Kedatangannya kali ini resmi sebagai kunjungan kerja dalam rangka mendengar masukan terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Maluku dan jajarannya. 

Selain menerima laporan, Tito juga memberikan sejumlah arahan yang harus dilakukan setiap anggota Polri dalam menghadapi berbagai tantangan lokal, maupun konspirasi secara nasional. Termasuk sejumlah perbaikan di Polda Maluku. 

“Saya hanya datang memberikan arahan kepada jajaran Polda sehingga tidak ada urusan politik apapun juga. Ini murni untuk kepentingan pengamanan oleh kepolisian. Karena tugas kepolisian untuk menegakan Kamtibmas dan menegakan hukum,” tegasnya. 

Selain kunjungan resmi ke Mapolda Maluku, rencananya, Tito akan menjadi inspektur upacara dalam puncak perayaan HUT Brimob Polri yang berlangsung di lapangan Polda Maluku, Letkol CHR. Tahapary, Tantui Kota Ambon, pagi, hari ini. 

“Saya datang ke Ambon juga untuk menghadiri upacara perayaan HUT Brimob. Besok (hari ini), Saya selaku inspektur upacara,” tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB