Menu
Sabtu, 18 November 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Penyidikan perkara dugaan korupsi yang menyeret nama adik Bupati Buru, tim jaksa intens melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Sahran Umasugi yang diperiksa pekan lalu, kembali dijadwalkan menghadap jaksa  penyidik, Rabu, besok.

Sahran diperiksa terkait perkara dugaan korupsi proyek reklamasi Pantai Merah Putih (PMP) Kota Namlea, Kabupaten Buru. Ia disebut-sebut yang paling berkompeten dimintakan pertanggungjawabannya, dalam proyek senilai Rp 4,9 miliar tahun 2015 - 2016 itu.

Seperti apa peran Sahran yang diberi inisial “SU” ini oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kasipenkum Kejati Samy Sapulette enggan membeberkan. Samy hanya menyebutkan, SU adalah anggota DPRD Kabupaten Buru.

 “Karena SU disebut sebagai anggota DPRD Buru di surat panggilannya. Seperti apa peranannya di perkara ini, hanya tim jaksa yang lebih tahu,” elak Samy dihubungi Kabar Timur, Senin (13/11) di kantornya.

Samy enggan mengomentari jauh terkait proses penyidikan selanjutnya seperti apa. Dia, hanya menandaskan, tim jaksa penyidikan sementara bekerja keras mengumpulkan bukti yang cukup.  Sehingga agenda membidik calon tersangka relatif masih perlu waktu.

Tepat sepekan lalu, Kejati Maluku menggelar pemeriksaan terhadap Sahran Umasugy yakni, Selasa (7/11) lalu.  Ikut dicercar tim jaksa pemeriksa, yaitu mantan anak buah Bupati Buru, Puji Wahono alias ‘PW’, yang sebelumnya menjabat Kadis Pekerjaan Umum (PUPR)  Kabupaten Buru.

Diakui Samy, pemeriksaan Sahran dilanjutkan besok, karena politisi Golkar Kabupaten Buru itu  pada pemeriksaan sebelumnya tiba-tiba tak mampu menghadapi pertanyaan jaksa lagi. “Ya kira-kira seperti itu, yang bersangkutan mengalami drop atau kondisi kesehatannya turun sehingga dihentikan pemeriksaannya. Lalu ditunda hingga Rabu besok itu,” terang Samy.

Selain Sahran Umasugy dan Puji Wahono waktu itu, di tempat terpisah Kejari Namlea juga melakukan pemeriksaan. Yakni, terhadap salah satu pegawai Dinas PUPR Kabupaten Buru berinisial “AT.” Dia dicercar jaksa dengan 49 pertanyaan, dari pagi hingga sore jelang malam.

Pemeriksaan terhadap Sahran Umasugy dan Puji Wahono ini mulai diintensifkan pasca pemeriksaan saksi kontraktor penyedia tiang pancang untuk dermaga PMP Namlea (28/10) lalu. Yakni Direktur PT Nata Persada Indonesia yang berinisial WPdiperiksa intens tiga hari berturut-turut.

Kepada Kabar Timur, di sela-sela pemeriksaannya hari itu WP sempat ‘bernyanyi’’ jika dirinya kesal. Sebab tiang pancang yang dipesan sebanyak 130-an tiang itu ternyata dibayar cicil selama setahun dari Januari hingga Desember 2016 lalu pihak kontraktor pelaksana.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur keterlibatan adik kandung Bupati Buru, Ramli Umasugi itu dalam kasus dugaan korupsi proyek reklamasi untuk program Water Front City (WFC) Pantai Namlea bukan lagi rahasia publik.

Sumber di Kejati Maluku yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan Sahran Umasugy adalah anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Golkar yang turut kecipratan  aliran dana sebesar Rp 1 miliar dari proyek itu, masuk ke rekening yang bersangkutan.

Padahal proyek tersebut belum lagi selesai, tapi mereka-mereka yang diduga terlibat telah menikmati duit bagi hasil dari sumber tak jelas itu. Sementara proyek tersebut sejatinya bertujuan baik. Yaitu,  untuk mempercantik Pantai Namlea. Tapi kemudian  mangkrak, dan dilaporkan oleh elemen masyarakat Namlea ke Kejaksaan. 

Proyek reklamasi ini belum lagi kelar, tapi pembayaran terhadap dua item pekerjaan ternyata telah cair 100 prosen. Pencairan anggaran oleh Pemda sesuai laporan pihak pelaksana. Yaitu, laporan Tahap I  Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016, dengan total dana yang direalisasikan Pemda Buru mencapai Rp 4,9 miliar.

Dan Indikasi mangkrak di proyek ini, terbukti saat hasil penyelidikan Kejati Maluku ditemukan,134 buah tiang pancang dari 300 tiang yang direncanakan untuk Pantai Namlea ternyata tidak sesuai kontrak. Tiang-tiang untuk pekerjaan item pertama ini masih belum terpasang.

Sedang Item pekerjaan kedua, penimbunan kawasan reklamasi sesuai tender harusnya menggunakan tanah pilihan. Namun dipakai sisa pembuangan proyek Lapangan Terbang Namniwel di Desa Sawa, Kecamatan Liliani Kabupaten Buru. (KTA)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB