Menu
Sabtu, 18 November 2017
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menekankan kepada setiap personel Brimob untuk tidak menodai perjuangan dengan perbuatan yang dapat menciderai kehormatan Korps Brimob Polri. Personel Brimob diharapkan terus memelihara semangat soliditas dan pengabdian yang telah dibangun selama ini.

Demikian sambutan Jenderal Tito saat menjadi Inspektur Upacara dalam puncak perayaan HUT Komando Pasukan Khusus Brigade Mobile (Korps Brimob) Polri ke 72 di lapangan Polda Maluku, Letkol CHR. Tahapary, Kota Ambon, Selasa, (14/11).

Profesionalisme, kata Tito, tidak dapat diraih begitu saja tetapi harus diwujudkan dengan pelatihan keras, berat dan ikhlas. Setiap personel harus meningkatkan kemampuan, wawasan dan pengetahuan, sehingga dapat bermanfaat dalam setiap penugasan.

Tito juga meminta Brimob, untuk menjalin hubungan kerjasama dan bersinergi dengan satuan TNI, Satuan Kewilayahan, Unsur Pemerintah Daerah dan unsur terkait lainnya serta seluruh komponen masyarakat melalui berbagai kegiatan bersama yang bermanfaat.

“Korps Brimob Polri adalah satuan elite kepolisian yang telah berkontribusi aktif bagi bangsa dan negara dan bangsa Indonesia semenjak masa perjuangan kemerdekaan. Karena itu, keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NKRI,” ungkap Tito.

Tito mengisahkan, berdirinya Korps Brimob Polri, berawal dari masa penjajahan Jepang yang membentuk satuan pasukan berkemampuan militer yang terlatih, berdisiplin tinggi dan terorganisir dengan sangat baik yang dikenal dengan sebutan “Tokubetsu Keisatsu Kai.”

Terbentuknya Brimob berawal dari kekalahan Jepang kepada sekutu yang ditandai dengan kemerdekaan RI. Pasukan Tokubetsu Keisatsu Kai ini atas inisiatif Wakapolri saat itu Komisaris Polisi tingkat 1 Soemarto, kemudian menggantikan namanya menjadi Mobile Brigade.

Saat masa perang mempertahankan kemerdekaan, lanjut Tito, satuan Mobile Brigade ikut serta dalam berbagai operasi penumpasan pemberontak dengan berbagai ukiran prestasi yang membanggakan. Penghargaan itu sekaligus menjadi sebuah simbol dan komitmen kuat dari Brimob Polri yang di dalamnya terkandung nilai semangat juang, kesetiaan dan patriotisme kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Tito, dari berbagai survei yang dilaksanakan, Polri telah mengalami banyak perbaikan dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat. Sebelumnya, kata Dia, institusi Polri masuk dalam 3 terbawah perihal institusi yang tidak dipercaya, namun saat ini peringkat Polri telah merangkak jauh dan bahkan masuk ke dalam jajaran 4 besar teratas.

“Saya mengharapkan citra baik Polri ini dapat ditingkatkan oleh seluruh personel kepolisian, khususnya Brimob Polri melalui berbagai pesannya dalam mengatasi kejahatan berintensitas tinggi, serta dalam berbagai pelayanan kepolisian di banyak medan penugasan,” jelasnya.

Dalam era demokrasi saat ini, Tito menyampaikan bahwa penting bagi Polri untuk meraih kepercayaan masyarakat, terlebih di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin berat dalam menangani kejahatan berintensitas tinggi.

Tantangan tersebut, lanjut Dia, akan menjadi bagian dari tugas Brimob Polri, seperti penanganan kelompok terorisme maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada beberapa wilayah di tanah air, penanganan konflik sosial maupun gangguan kamtibmas lain yang memerlukan kehadiran pasukan Brimob Polri. Dengan demikian, Brimob perlu menjaga kualitas dan kemampuan yang disertai dengan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana termasuk persenjataan.

Ancaman dari kelompok teroris dan kelompok bersenjata di Indonesia, kata Tito adalah ancaman nyata yang perlu ditanggulangi secara profesional. Tanpa adanya persiapan dari segi kemampuan personel, perencanaan, sarana dan prasarana, serta sinergi dengan seluruh stakholders terkait, maka ancaman tersebut akan sulit untuk diatasi.

“Untuk itu saya tekankan kepada satuan Brimob di seluruh Indonesia untuk saling bahu membahu melakukan pengamanan dan saling membackup antara satu dengan lainnya, sehingga pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan dapat berjalan aman dan lancar. Tunjukan bahwa Brimob Polri adalah satuan yang solid, berintergrasi, loyal dan dapat diandalkan oleh bangsa dan negara,” tandasnya.

INI ALASAN HUT BRIMOB DI AMBON

Komandan Korps (Kakor) Brimob Polri Irjen Polisi Murad Ismail dalam sambutannya mengatakan, peralihan perayaan HUT Brimob dari Jakarta ke Kota Ambon tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah politik.
Pelaksanaan HUT Brimob di Ambon lebih melihat kepada renstra dan perkembangan dinamika Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) seperti yang terjadi di Papua, akhir-akhir ini. Mengantisipasi perkembangan di Papua, Maluku merupakan Polda terdekat untuk memback up Polda Papua.

“Maluku adalah pangkalan gerak yang strategis, antisipasi dinamika operasional kepolisian dalam rangka mengamankan Indonesia Bagian Timur dari ancaman gangguan dan tantangan terhadap kelangsungan NKRI. Disamping itu,  dalam peran mempertahankan kemerdekaan di tahun 1962, Maluku tepatnya di Ambon merupakan pangkalan gerak terdekat untuk melakukan infiltrasi dalam rangka perjuangan pembebasan Papua Barat, yang dikenal dengan nama operasi Mandala,” ungkapnya.

Kegiatan HUT Brimob ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap Polda Maluku lantaran beberapa tahun terakhir dinilai kondusif dibanding dengan pulau-pulau besar lainnya di Indonesia.

“Ini juga sebagai persembahan wujud rasa terima kasih dan rasa bangga kami, khususnya Saya sebagai tanah kelahiran, dimana sebagai putra daerah yang telah diberi kepercayaan oleh Bapak Kapolri untuk memimpin Korps Brimob kurang lebih 2 tahun. Kegiatan ini pun telah dilaksankan sebelumnya di Jawa Timur dan Purwokerto, yang tidak lain adalah untuk meningkatkan, mengangkat, mengenang dan meneruskan semangat juang para pendahulu Brimob Polri,” jelasnya.

Terakhir, tambah Murad menyampaikan alasan pelaksanaan HUT Brimob, karena Maluku menyimpan semangat juang dari Korps Brimob Polri yakni Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuitubun sebagai seorang Pahlawan Indonesia. Putra asli Maluku ini merupakan korban dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI).

Disisi lain, Korps Brimob dalam menjaga 4 pilar kebangsaan sampai dengan hari ini masih berdiri tegak karena kesiap siagaan TNI dan Polri. Olehnya itu, kesetian Brimob Polri tidak perlu untuk diragukan.

“Hal ini merupakan hasil dari sebuah kesuksesan yang kita bangun dan pelihara bersama melalui hubungan sinergitas dalam bentuk komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang dilandasi dengan semangat pengabdian tanpa batas,” jelasnya.

Menutup sambutannya mewakili keluarga besar Korps Brimob Polri, mantan Kapolda Maluku ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan selama ini sehingga Korps Brimob dapat meraih kesukseasan dan keberhasilan dalam melaksanakan pelaksanaan disetiap tugas yang dipercayakan.

Perayaan HUT Brimob Polri yang pertama kalinya di lakukan di Provinsi Maluku tepatnya di lapangan Letkol CHR Tahapary, Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, kemarin, berlangsung meriah.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang direncanakan menghadiri HUT sekaligus menerima tanda Warga Kehormatan dari Korps Brimob tidak jadi datang. Sebagai gantinya, sejumlah perwira tinggi TNI Bintang 3 mewakili beliau. Ada juga sejumlah perwira tinggi berpangkat Komjen Polisi.

Bertindak selaku komandan upacara dalam peringatan HUT Brimob Polri, yakni Brigjen Polisi Iman Widodo, Komandan Pasukan Gegana. Sementara Inspektur upacara adalah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Setelah berlangsungnya upacara, kemeriahan mulai tampak dengan 22 penerjun payung gabungan TNI/Polri melayang di langit Kota Ambon. 10 penerjun pertama mengudara. 1 diantaranya anggota Brimob menggunakan parasut kecil berkecepatan tinggi. Ia mendarat sempurna sambil mendapat tepukan meriah dari para undangan. Penerjun kedua membawa Bendera Merah Putih, Polri, Korps Brimob Polri, Brimob Polda Maluku dan sejumlah Bendera Satuan lainnya.

Sejumlah atraksi menarik lainnya juga diperagakan dalam puncak hari lahir Pasukan Baret Biru Tua itu. Diantaranya keahlian menembak yang diperagakan enam wanita anggota Brimob Polri. Ada juga pertunjukan bela diri gabungan TNI dan Polri.

Diakhir acara puncak perayaan, dihibur dengan nyanyian sejumlah artis lokal dan artis nasional seperti trio macan, wali dan lain sebagainya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB