Menu
Sabtu, 18 November 2017
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Sarat dengan “politik uang” kepemimpinan Koperasi Tenaga kerja Buruh Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso digugat. Ditengarai, Haji Hayun dengan jajarannya saat ini banyak menyimpan borok beraroma korupsi di organisasi yang menghimpun buruh pelabuhan itu.

Tak ingin hal ini terus terjadi, menjadi sapi  perahan dalam tanda petik oleh para mandor yang jadi kaki tangan Haji Hayun, sejumlah elemen buruh di tempat itu melapor ke DPRD Provinsi Maluku beberapa waktu lalu. Namun langkah berani yang ditempuh para kuli pelabuhan ini masih ditanggapi dingin oleh komisi terkait di rumah rakyat Karangpanjang itu.

“Pemilihan kandidat Ketua TKBM ini pada tanggal 29 Maret 2017 itu adalah pemilihan kandidat dari kandidat itu sendiri. Kandidat yang berkompetisi saat itu,adalah kaki tangan kandidat yang menang sekarang ini, sarat money politik,” kata salah satu elemen buruh TKBM Pelabuhan Yos Sudarso di redaksi Kabar Timur, tadi malam.

Bayangkan kata sumber, kandidat yang sudah diatur itu menjanjikan duit ke masing-masing anggota Koperasi TKBM pinjaman lunak senilai Rp 10 juta. Kampanye terselubung sebelum acara pemilihan itu juga dibarengi dengan janji lain. Yaitu akan mengangkat seorang pengawas mandor. Supaya para mandor tidak lagi berkelakuan seperti selama ini.

Yakni menilep atau menyunat  upah buruh yang seharusnya didapat dalam setiap kubikasi bongkar muat kontainer di pelabuhan.”Ini seratus prosen pembohongan. Jangankan janji adapengawas mandor, janji Rp 10 juta pinjaman itu dikasih tidak merata untuk semua anggota. Ada anggota yang ingin pasang lampu PLN di rumah hanya dikasih Rp 2 juta, sementara ada anggota yang lain, yang tidak ada kebutuhan mendesak dapat ada Rp 5 juta ada yang Rp 10 juta. Tergantung kedekatan dengan Haji,” beber sumber buruh tersebut.

Ditambahkan, tindak tanduk para elit pimpinan TKBM Yos Sudarso selama ini selain dinilai korup, juga berpotensi memecah belah keanggotaan lembaga koperasi yang dibangun para buruh pelabuhan itu.
Seperti diatur dalam ADRT Pasal 14 butir E bahwa organisasi koperasi memberikan pelayanan yang sama. Kepada setiap anggota Koperasi wajib memelihara kerukunan diantara anggota. Dan menjauhkan segala hal yang bisa menimbulkan perselisihan paham.

Dengan cara-cara yang dipakai Ketua Koperasi TKBM ini, maka para buruh mengancam akan menarik dukungan dari Haji Hayun selaku Ketua Koperasi TKBM tersebut.
Terpisah dua pimpinan Koperasi TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dihubungi melalui masing-masing telepon selulernya, belum berhasil dimintai konfirmasi. Baik Haji Hayun maupun Sekretaris Koperasi TKBM Machale Suatrean tidak mengantifkan telepon seluler.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Jeremias dihubungi sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, mengaku belum bersedia dimintai komentarnya. “Maaf katong belum tahu pokok persoalannya seperti apa. Jadi lebih baik bikin surat masuk dulu ke dewan untuk dibahas di Komisi C,” ujar Amos.(KTA)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Jangan Nodai Perjuangan & Kehormatan Brimob

Rabu, 15 November 2017, 00:35 WIB