Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Warga Kabupaten Maluku Barat Daya, tiba-tiba dibuat panik. Entah siapa yang menginformasikan bakal terjadi Tsunami didaerah itu, warga setempat kini bergegas mulai mengungsi ke pegunungan. Ironisnya, informasi Tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana dan bukan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG)

Mereka mulai bertanya-tanya sumber informasi kalau ada Tsunami, Jumat 17 November 2017 mendatang. Meski sebagian warga tidak percaya kalau ada Tsunami, sebagian warga justeru mulai bergegas menyiapkan perlengkapan seadanya untuk mengungsi didaerah pegunungan. “Katanya ada Tsunami, jadi katong mulai bersiap-siap naik gunung,’ ungkap  sejumlahwarga MBD, ketika menghubungi, Kabar Timur, kemarin.

 Mereka mengaku, warga mendapat informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah MBD, kalau ada Tsunami. “Informasinya seperti itu. Makanya, kita mulai was-was,’’sebutnya.

Dihubungi sejumlah waraga lainnya mereka membenarkan informasi kalau ada Tsunami di daerah itu. “Masyarakat sekarang dibuat bingung. Masak, belum ada gempa tiba-tiba informasi Tsunami,’’kesalnya.

Salah satu anggota DPRD MBD, Eric Angkie membenarkan, informasi kalau ada Tsunami di daerah itu. “Memang betul. Kepala Penanggulangan Bencana, tidak ada ditempat. Kami minta Komisi C panggil. Badan Penanggulangan Bencana karena ada pasang palang evakuasi,’’kata Angkie.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah MBD, Jhon Pattinama membantah kalau akan terjadi Tsunami di daerah itu. “Tidak ada kabar begitu. Tsunami hanya Tuhan yang tahu. Sebagai badan yang membantu penanggulangan bencana salah satu tupoksi memberikan keterangan atau rambu-rambu ketika terjadi Tsunami,’’kata Pattinama ketika dihubungi, kemarin.

Kendati begitu,  MBD merupakan salah satu zona merah terjadi gempa dan beresiko terjadi Tsunami. “MBD itu resiko tinggi terhadap Tsunami. Ini yang direkor BMKG. MBD itu potensi Tsunami tinggi di Maluku. Nah, sebagai tupoksi Badan Penanggulangan Bencana pasang rambu agar masyarakat tahu. Makanya ada banyak berita miring,’’terangnya.

Dia mengaku, bantuan rambu diberikan oleh BNPB sebanyak 329 rambu di pulau Moa, belum habis dipasang. Tujuanya, sebut dia, ketika Tsunami warga bisa mengetahui arah avakuasi, rambu evakuasi. ‘’Ini agar masyarakat mengetahui ketika Tsunami. Tapi, kita tidak tahu hanya Tuhan. Mereka seolah-olah tahu ada Tsunami. Tidak benar itu,’’tandasnya.

Karena itu, janji Pattinama pihaknya dalam waktu dekat akan mensosialisasikan kepada warga di Moa dan Letti untuk mengantisipasi jika ada bencana Tsunami. ‘’Intinya, rambu dipasang agar masyarakat tahu. Setelah  kembali kita sosialisasi di Letti dan di Moa. Ini agar masyarakat bisa mengetahui,’’pungkasnya. (KTM)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB