Menu
Sabtu, 18 November 2017
DOK/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Kapasitas dan peran Sahran Umasugy belum juga dibuka transparan oleh Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette. Padahal dalam perkara dugaan korupsi proyek Pantai Merah Putih Namlea yang dianggarkan tahun 2015-2016 senilai Rp 4,9 miliar adik Bupati Buru ini, adalah ‘tokoh sentral’`

Samy sangat tertutup soal Sahran. Soal status saksi yang satu ini, hanya dia hanya menyebutkan yang bersangkutan sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru. Sesuai surat panggilan pemeriksaan yang ditujukan kepadanya oleh tim jaksa penyidik.

“Yang jelas, kalau dipanggil untuk pemeriksaan, itu berarti kapasitasnya sebagai saksi,” jawab Samy di ruang kerjanya, Selasa (14/11) saat dimintai konfirmasi soal pemeriksaan Sahran yang dijadwalkan hari ini.
Seperti apa peran Sahran yang diberi inisial “SU” ini oleh Kejati Maluku, Samy Sapulette sejak semula enggan membeberkan. Samy hanya menyebutkan, SU adalah anggota DPRD Kabupaten Buru.

“Karena SU disebut sebagai anggota DPRD Buru di surat panggilannya. Seperti apa peranannya di perkara ini, hanya tim jaksa yang lebih tahu,” elak Samy dihubungi Kabar Timur, Senin (13/11) lalu.

Samy enggan mengomentari jauh terkait proses penyidikan selanjutnya seperti apa. Dia, hanya menandaskan, tim jaksa penyidikan sementara bekerja keras mengumpulkan bukti yang cukup.  Sehingga agenda membidik calon tersangka relatif masih perlu waktu.

Tepat sepekan lalu, Kejati Maluku menggelar pemeriksaan terhadap Sahran Umasugy yakni, Selasa (7/11) lalu.  Ikut dicercar tim jaksa pemeriksa, yaitu mantan anak buah Bupati Buru, Puji Wahono alias ‘PW’, yang sebelumnya menjabat Kadis Pekerjaan Umum (PUPR)  Kabupaten Buru.

Konon sebelum Sahran Umasugy terjun ke dunia politik dia lebih banyak berkecimpung di dunia konstruksi. Sebagai kerabat dekat Bupati Buru, tak heran, aksesnya ke ranah ini relatif mudah di wilayah ini. Banyak  proyek bernilai miliaran rupiah dimenangkan.

Tapi kabarnya, penyelesaian proyek-proyek ini tak semulus ketika proyek-proyek tersebut dimenangkan dalam tender. Proyek yang terakhir yang dimenangkan sebelum terjun ke kancah politik adalah, proyek Jembatan Rakyat di Desa Ilath Kecamatan Batabual Tahun 202 dengan nilai proyek mencapai Rp 4 miliar lebih.

Tapi seperti dipaksakan, realisasi lapangan nol, sementara dana sudah cair 100 persen. Padahal Pemda Kabupaten Buru mengguyur kucuran anggaran melalui APBDP Tahun 2012, senilai Rp 2 miliar lebih.

Tapi Sahran diduga tak tuntas menyelesaikan pekerjaannya. Hanya beberapa buah tiang pancang berhasil dibangun hingga akhir tahun 2012.

Masuk tahun 2013, kucuran anggaran kembali diberikan. Namun kali ini bukan Sahran yang mengerjakan, karena dia ikut nyalon anggota legislatif (aleg) di Pemilu 2013. Pekerjaan diserahkan ke salah satu pengurus PB HIPMI Kabupaten Buru.

Namun lagi-lagi pekerjaan  tahun ini senilai Rp 2,9 miliar juga tak dituntaskan. Si pengurus HIMPI dimaksud hanya beralasan  anggarannya tidak mencukupi.

“Pengurus HIPMI itu saat dikonfirmasi hanya bilang nanti tunggu pencairan berikutnya, karena dana tidak cukup waktu itu. Kita heran juga kok bisa? ini khan bukan proyek multiyears,” kata sumber LSM Kecamatan Batabual kepada Kabar Timur.

Diungkap sumber, proyek jembatan rakyat Desa Ilath dimulai dengan pekerjaan pengeringan dan pembangunan tiang pancang. Tapi kenyataan, tidak ada namanya pengeringan. Cuma dibangun tiang pancang sekitar tujuh buah.

Tapi karena Sahran Umasugy sibuk sosialisasi untuk maju Pileg 2013 sebagai aleg dari Partai Golkar, pekerjaan diberikan kepada salah satu pengurus HIPMI Buru waktu itu.

Tapi tidak ada yang beres. Padahal anggarannya juga sudah cair 100 persen untuk pengurus HIPMI. “Anggaran tidak tahu dikemanakan karena proyek pembangunan jembatan sampai hari ini tidak ada kemajuan sama sekali di lapangan,” kata sumber. (KTA)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB

Jangan Nodai Perjuangan & Kehormatan Brimob

Rabu, 15 November 2017, 00:35 WIB