Menu
Selasa, 12 Desember 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,BOGOR – Ratusan massa Ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Banten (BPPKB) terlibat bentrokan dengan puluhan pemuda Ambon di Bilabong, Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Dua kubu saling serang di kawasan Perumahan Balibong, tak jauh dari kolam renang. Mereka saling kejar sambil membawa senjata tajam, bambu runcing, kayu, dan batu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bentrokan yang terjadi Sabtu, 25 November 2017.

Bentrokan bermula saat para pemuda Ambon membongkar markas yang dibangun Ormas Banten itu  di kawasan Bilabong. Kabarnya, pembongkaran itu dilakukan atas perintah dari pengelola perumahan Bilabong. Pembongkaran tersebut membuat BPPKB berang.

Ratusan anggota ormas BPPKB lantas mendatangi kawasan perumahan Bilabong pada Sabtu pagi. Mereka menyerang para pemuda Ambon yang berada di dalam perumahan Bilabong.

Beruntung, aparat kepolisian dibantu TNI langsung melakukan pengamanan di area konflik. Aparat menutup akses masuk di pintu barat dan timur untuk mencegah konflik semakin meluas.

Untuk membubarkan bentrokan, aparat kepolisian beberapa kali mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Warga yang berada di kawasan itu panik dan ketakutan, berlari menjauhi lokasi bentrokan.

Kapolsek Kemang, Kabupaten Bogor, Kompol Ade Yusuf mengatakan, pemuda Ambon yang berjumlah puluhan orang datang sehari sebelum kejadian. “Mereka datang pukul 19.00 WIB dan menginap di lokasi Kolam Renang Club Hijau Perumahan Billabong,” ucap Ade Yusup, Sabtu (25/11).

Dikatakan Ade, informasi kedatangan orang Ambon tersebut diketahui dari salah satu security Perum Billabong. Mereka datang untuk membongkar bangunan milik ormas BPPKB yang berada di Lapangan Perum Billabong. Selama ini, tempat tersebut dipergunakan untuk kegiatan pedagang kaki lima setiap hari Minggu.

Dikatakan Ade, para PKL musiman ini dikoordinir oleh Ketua BPPKB. Ia memberikan kuasa kepada ibu Rosmiati untuk mengkoordinir para pedagang kali lima itu. “Jam 07.00 WIB, gardu BPPKB di tanah Bilabong diratakan oleh orang Ambon atas permintaan pihak Bilabong,” pungkas Ade Yusuf.

Kelompok Ambon yang berjumlah 44 orang itu dipimpin Aziz. Informasi yang dihimpun, kronologis bermula pukul 08.00 WIB, dilakukan pembongkaran gardu ormas BPPKB, saung dan wc oleh massa Ambon diduga atas perintah pihak Perumahan Billabong. Tidak terima, massa ormas BPPKB membawa sajam, balok dan batu melakukan perlawanan terhadap massa dari Ambon sekitar pukul 08.40 WIB.

Hingga akhirnya kedua kubu massa berkumpul di area Perumahan Billabong. Massa dari Ambon berjumlah sekitar 44 orang, sedangkan ormas BPPKB berjumlah sekitar 100 orang.
Pada pukul 09.30 WIB Kapolsek Bojonggede, AKP.Agus Coster Sinaga mendatangi massa Ambon untuk melaksanakan mediasi dengan BPPKB di kantor pemasaran Perumahan Billabong.

Dalam mediasi antar kedua kelompok tersebut diperoleh kesepakatan. Ketua BPPKB, Tatang menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Depok untuk memproses kejadian ini agar tidak menyebar luas ke wilayah lain.

Tatang meminta kepada seluruh anggotanya tidak terprovokasi dan tetap waspada atas kejadian ini. “Percayakan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan persoalan ini. BPPKB harus

kompak dan jangan bergerak masing-masing. Kita pulang dengan menjaga keamanan masing-masing. Saya akan memonitor perkembangan selanjutnya, “ tegas Tatang.

Usai mediasi, puluhan massa Ambon dievakuasi oleh pasukan Brimob dengan menggunakan 4 unit Bara Kuda ke Mapolres Depok untuk menjalani proses hukum. (PSI)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB