Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,DOBO-Sejumlah warga Desa Warabal, Kabupaten Kep.Aru, mendesak aparat penegak hukum Kejaksaan dan Kepolisian untuk bergerak cepat mengusut dugaan korupsi dana desa yang terjadi di desa itu, untuk tiga tahun anggaran. Desakan itu, disampaikan dalam rilis yang diterima Redaksi Kabar Timur, Rabu, kemarin. 

Diuraikan untuk tahun anggaran 2015, besar dana desa yang di kucurkan  ke Warabal sebesar Rp 600 juta.  Dalam realisasinya, hanya dibuat untuk rehabilitasi Kantor Desa dan belanja berupa mesin tempel satu unit.

Untuk tahun anggaran 2016, dana desa untuk Warabal meningkat menjadi Rp 800 juta.  Naik Rp 200 juta, dari tahun sebelumnya. Dalam realisasi anggaran di tahun 2016 hanya dilakukan pembuatan jalan rabat  beton 400 meter dan dua buah mesin speedboad 15 PK. 

Selanjutnya, untuk tahun anggaran 2017, Desa Warabal, kembali mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 1,2 Miliar. Dana sebesar itu, hanya digunakan membangun  jalan rabat beton sepanjang 200 meter dan rehab jembatan tambatan perahu.

Dalam rilisnya mereka meminta pihak jaksa dan polisi melakukan penyelidikan atas dugaan penyalagunaan dana desa pada tiga tahun anggaran dimaksud.  “Dari masing-masing tahun itu, ada dugaan penyalagunaan tindakan korupsi bila dilihat dari realisasi proyek desa dibanding anggaran yang diterima,” tulis mereka. 

Penyalagunaan itu, sudah menjadi cerita warga desa. Olehnya itu, untuk menertibkan masalah tersebut, mereka meminta Kejaksaan atau kepolisian melakukan pengusutan serius dalam mengungkap dugaan korupsi yang terjadi di desa Warabal maupun Desa Jambu Aer.  (MG6)

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB