Menu
Selasa, 12 Desember 2017
KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,PIRU – Warga Desa Kaibobu, Seram Barat terlibat bentrokan dengan masyarakat Tenggara raya  yang berdomisili di Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Pertikaian warga terjadi di kompleks Timokol, Desa Kamal, Selasa (5/11) malam. Tidak ada korban jiwa, namun akibat bentrokan itu, empat unit rumah kayu milik warga Kaibobu di Desa Kamal rusak parah. Dan satu unit perahu bermotor milik warga Tenggara juga rusak.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, adu fisik dua kelompok warga itu imbas dari tawuran antar pelajar asal Desa Kaibobu dan Tenggara yang mengenyam pendidikan di SMA PGRI 4 Kamal. Tawuran terjadi Selasa pagi. Akibatnya merembet pada bentrokan warga Kaibobu dan Tenggara raya.

“Penyebab (bentrokan warga) berawal dari tawuran pelajar yang seng (tidak) diselesaikan. Warga terlibat bentrokan karena dua belah pihak seng tarima dengan perkelahian siswa itu,” ujar Jack, warga Desa Kamal, Rabu (6/12).

Bentrokan pecah ketika masyarakat tenggara sedang melaksanakan ibadah Natal di Kompleks Timokol, Selama malam atau sekira pukul 20.00 WIT. Saat bersamaan, sekelompok orang diduga warga Kaibobu, melempar petasan ke arah jemaat yang sedang menjalani ibadah di salah satu rumah milik warga Tenggara. 

Awalnya dibiarkan oleh warga tenggara, namun karena rumah itu dilempari berulang kali, warga tenggara akhirnya marah lantaran merasa ibadahnya terganggu.

Pasca ibadah Natal sekitar pukul 22.00 WIT, terjadi konsentrasi massa dari dua kelompok warga. Aksi saling lempar batu, puncaknya empat rumah unit warga dirusaki.

“Jumlah massa dari Kaibobu dan Tenggara, sama-sama banyak. Dong baku lempar hingga akhirnya empat rumah warga Kaibobu dirusak. Sedangkan satu perahu orang Tenggara juga dirusak,” tutur Jeck. 

Rumah warga Kaibobu yang dibongkar massa letaknya berdekatan dengan rumah yang dijadikan tempat ibadah Natal. Rumah dirusaki ditengarai sumber petasan yang dilempar ke jemaat berasal  dari rumah-rumah tersebut. “Makanya pas abis ibadah, dong bongkar akang (empat unit rumah),” ungkap dia.

Bentrokan warga itu membuat kompleks Timokol, Desa Kamal mencekam. Warga kedua kelompok yang tidak terlibat bentrok memilih berdiam diri di rumahnya.

Pertikaian warga akhirnya terdengar aparat kepolisian. Personil Polsek Kairatu Barat turun ke tempat kejadian perkara. Polisi berhasil membubarkan kosentrasi massa dan menghentikan bentrokan warga. Aparat keamanan masih disiagakan di TKP untuk mencegah bentrokan susulan. Suasana di Desa Kamal kini telah kondusif.

Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan mengatakan, pasukan dari satuan Sabhara telah dikerahkan di lokasi bentrokan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mencegah bentrok susulan. 

Polres SBB juga sudah memperbanyak jumlah personil yang bertugas dilokasi bentrok. Polisi akan meminta keterangan warga Kaibobu yang rumahnya dirusaki massa. “Kami akan memanggil pemilik yang rumahnya dirusaki. Saat ini kami masih fokus agar kasusnya tidak merembet,” kata Kapolres yang dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama kedua belah pihak agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. “Kita minta warga tidak terprovokasi agar tidak memperkeruh situasi keamanan yang sudah kondusif ini,” harap dia. (CR3)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB