Menu
Selasa, 12 Desember 2017
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Polisi memberikan peringatan kepada Nurdin Fatah, Bos UD Amin, tersangka perkara penyelundupan batu cinnabar. 

Ini setelah berkas perkara  Nurdin telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Ambon. Pria 56 tahun ini akan dipanggil untuk menjalani tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti)  ke jaksa penuntut umum, Jumat (8/12). Jika tidak memenuhi panggilan, polisi akan menjemput paksa Nurdin.

“Dia (Nurdin), kalau tidak hadir saat pelimpahan berkas perkara (tahap dua), pasti akan kita jemput,” tegas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Teddy, Rabu (6/12).

Dia berharap, Nurdin bisa memenuhi panggilan untuk diserahkan ke JPU. Sebab, kata Teddy, Nurdin selama proses penyidikan ditahan oleh penyidik. Tidak ditahannya Nurdin karena kondisi kesehatannya.

Untuk diketahui perkara yang menjerat Nurdin ini berawal dari penggeledahan gudang miliknya, beberapa waktu lalu. Di gudang itu, polisi menemukan ratusan karung batu cinnabar dan alat penyulingan pembuatan air raksa atau mercuri.

Nurdin terancam dijerat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Pasal 158 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. 

Nurdin mengaku memiliki sejumlah surat ijin untuk pengolahan tambang kimia berbahaya itu mengatasnamakan Salahudin Nurdin, putranya.

Sejumlah surat ijin itu yakni Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil, Surat Izin Gangguan, Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas, Surat Izin Reklame, Tanda Daftar Gudang (TDG) dan Surat Rekomendasi Pengecer Terdaftar Bahan Berbahaya (PT-B2).

Dari sejumlah surat ijin itu, beberapa surat penting lainnya tidak dimiliki Nurdin, sebagaimana Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Salah satunya Ijin Usaha Pertambangan (IUP).

Untuk mendapatkan IUP, pengusaha harus mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Belum lagi ijin tersebut dikantongi, Nurdin diam-diam telah menyelundupkan material batu cinnabar di dalam gudang yang diduga akan dibangun pabrik pengolahan air raksa. (CR1)

 

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB