Menu
Sabtu, 24 Pebruari 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Lima Ketua Jurusan di Politeknik Negeri (Poltek) Ambon dilaporkan ke Inspektorat Pusat oleh Satuan Pengendali Internal (SPI) Poltek Ambon terkait penggelapan dana operasional jurusan. 

Ke-lima pejabat Poltek yang dilaporkan itu yakni Ketua Jurusan Akuntansi, Ketua Jurusan Niaga, Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ketua Jurusan Mesin dan Ketua Jurusan Elektro. Laporan tersebut ditandatangani  oleh Pembantu Direktur II, Dedy Maihuru dan Ketua Satuan Pengendali Internal Politeknik Negeri Ambon,  H.P Sitaniapessy. 

Adapun dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan lima ketua jurusan tersebut mencapai Rp 322 juta. Dengan rincian, ketua jurusan Akutntansi sebesar Rp 32 juta, Ketua Jurusan Niaga berkisar Rp 100 Juta, Jurusan Teknik Sipil berkisar Rp 60 Juta, Jurusan Mesin berkisar Rp 60 Juta dan Jurusan Elektro berkisar 70 Juta.

“Laporan dari SPI Poltek Ambon Ditandatangani oleh Pembantu Direktur II Dedi Mairuhu dan selaku Ketua SPI H.P Sitianapessy, dan Kemudian sudah diserahkan ke Inspektorat Pusat,” ujar sumber Kabar Timur di Poltek Ambon, Rabu kemarin.

Meski begitu sumber itu menyebutkan jika laporan yang dilakukan Ketua SPI ke Inspektorat itu sangat bermuatan politis sebab langkah tersebut dilakukan tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan kelima ketua jurusan tersebut. Laporan itu juga dilakukan karena kelima ketua jurusan dinilai berseberangan dengan Ketua SPI. “Ketua SPI, H.P Sitianapessy ini juga sebagai kandidat Direktur Poltek dia akan maju sebagai direktur pada tanggal 14 Desember mendatang,”ujar sumber itu.

Sumber itu mengungkapkan langkah yang dilakukan Sitianapessy disatu sisi sebagai upaya untuk membersihkan penyalahgunaan anggaran di Poltek, namun disisi lain tindakan yang bersangkutan terkesan tendensius bahkan sebagai upaya pembunuhan karakter.

“Mestinya dia harus meminta klarifikasi terlebih dahulu dari kelima ketua jurusan itu sebelum melaporkan ke Inspektorat,”beber sumber itu. Sumber itu mengaku, jika langkah yang dilakukan Sitianapessy telah melampaui kewenangannya sebab tanpa klarifikasi dia langsung melaporkan kelima ketua jurusan tersebut ke Inspektorat.

“Inikan dianggap sudah melawati kewenangannya, tugasnya untuk mengaudit dan jika ada temuan harus dilakukan konfirmasi namun itu tidak dilakukan dan malah dilaporkan langsung ke inspektorat,”ujar sumber tersebut.

Terkait masalah itu, salah seorang mahasiswa Poltek Ambon, EN mengaku jika ada temuan korupsi di lembaga tersebut maka harus diusut tuntas. “Saya tidak mau masuk ke aspek politiknya tapi kalau toh ada penyalahgunaan anggaran harus dapat diusut tuntas oleh pihak berwenang,”katanya 

Terkait masalah tersebut, kelima ketua jurusan yang dituding telah menyalahgunakan anggaran operasional jurusan belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini naik cetak. (MG1)

BERITA LAINNYA

KPU Maluku “Bidik” Kelompok Marjinal

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Oknum TNI Ngamuk di Bandara Pattimura

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Yunus Serang “Diserang” Isu Dana Abadi

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

452 Pulau di Maluku Belum Miliki Nama

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Idris Rolobessy: Ini Kriminalisasi!

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Pembuat Ijazah Palsu Divonis 5 Tahun

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB