Menu
Rabu, 24 Januari 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Puluhan kontraktor yang terbakar emosi mendatangi Kantor Gubernur Maluku, Jumat, kemarin. Para kontraktor menuntut pembayaran atas proyek-proyek yang mereka kerjakan. Yakni, yang didanai APBD 2017 tapi belum dibayarkan oleh Pemda Provinsi Maluku, padahal sudah mau tutup akhir tahun.

Tak ayal, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Setda Provinsi Maluku Lutfi Rumbia jadi sasaran. Tidak ada aksi anarkis, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Ismail Usemahu sempat datang menenangkan situasi.

Salah satu kontraktor mengaku, kedatangan dia dan puluhan kontraktor yang lain disebabkan, janji-janji pembayaran termin berdasarkan prosentasi pekerjaan tak juga direalisir. Yakni, proyek-proyek yang didanai APBD Maluku Tahun 2017. 

Berkali-kali pembayaran ini dipertanyakan. Tapi cuma dijawab dengan janji-janji. Salah satu kontraktor yang ditemui di depan ruang BAKD lantai II Kantor Gubernur mengaku para kontraktor itu berang karena janji Pemda tak pernah ditepati. 

“Hanya proyek DAK yang dibayar. Kalau APBD belum. Kita merasa dibohongi janji dibayar tapi sampai tanggal hari ini, seng tuntas,” katanya kepada Kabar Timur.

Kontraktor yang telah menuntaskan pekerjaan talud di Ahuru Kecamatan Sirimau, Kota Ambon sejak bulan lalu ini mengaku, tak tahu pasti alasan Pemda Maluku. “Tidak tahu alasan internal mereka apa. Tapi Bagian keuangan (BAKD) hanya bilang tanggal 5 Januari 2018 baru kita dibayar,” katanya.

Terpisah, Kepala BAKD Provinsi Maluku Lutfie Rumbia dimintai konfirmasi, membenarkan, pembayaran dilakukan setelah tahun baru. “Sekitar tanggal-tanggal 5 Januari (2018) ke atas lah,” aku Lutfie.

Mantan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Maluku itu menjelaskan, keterlambatan pembayaran dikarenakan Bank Maluku harus menggunakan dana Pemda senilai Rp 50 miliar. Dana ini mau tidak mau untuk ditambahkan ke dana penyertaan modal bank tersebut. 

“Katanya seperti itu. Bank Maluku mau kasih cukup Rp 1 Triliun dengan pake dana itu. Supaya tetap di level bank untung (deviden). Kalau tidak, Bank Maluku bisa turun level, jadi bank perkreditan rakyat,” beber Lutfi. (KTA)

BERITA LAINNYA

Perintah Hitung Manual La Alwi “Masuk Angin”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemuda Watdek Tewas Tenggelam

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Perebutan Wilayah di Bursel, 2 Luka Berat

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemeriksaan Amir Gaus Cs Belud Tuntas

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Panca Karma Terancam “BANGKRUT”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Penyidikan Kasus Korupsi Bob Berlanjut

Rabu, 24 Januari 2018, 05:12 WIB