Menu
Rabu, 24 Januari 2018
HUSEN TOISUTA/KABARTIMUR | Sumber Foto:Pelaku yang di tengah, lingkaran merah

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Pelarian Imran Rumasukun, penjahat kasus pencabulan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sorong Barat, Provinsi Papua Barat, tanggal 1 Januari 2018 lalu, berakhir di Kota Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Warga asal SBT ini kabur setelah berhasil menggergaji jeruji besi. 

Pria 33 tahun ini dibekuk saat kabur dari Sorong menggunakan KM Fajar Baru yang bersandar di dermaga Pelabuhan Sesar Kota Bula, SBT, Selasa (2/1), pukul 17.30 WIT. Tersangka kasus asusila ini, rencananya diterbangkan kembali ke Sorong, Kamis (4/1), hari ini.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat mengungkapkan, pelaku terbukti mencabuli seorang wanita di Sorong. Oleh penyidik, Ia lalu ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Polsek Sorong Barat tanggal 27 Desember 2017 lalu.

“Pelaku diamankan setelah aparat Polres Sorong Kota dan Polsek Sorong Barat berkoordinasi dengan Polres SBT,” kata Roem, Rabu (3/1).

Mendapat kabar itu, Kapolres SBT kemudian memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang KM Fajar Baru yang turun dan hendak menuju Gorom.

Usut punya usut, tersangka akhirnya berhasil dibekuk tanpa perlawanan saat sedang berada diatas Dermaga Pelabuhan Sesar. Ia kemudian digelandang dan diamankan sementara di Rutan Polres SBT.

“Polres SBT terima kabar itu pukul 11.30 WIT. Kapolres SBT lalu meminta Kasat Reskrim SBT berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota. Pukul 16.15 WIT, tim Reskrim bergerak ke pelabuhan Sesar untuk melakukan swiping. Pukul 17.30 WIT, tersangka yang saat itu berada di Dermaga Pelabuhan Sesar berhasil ditemukan,” jelasnya. 

Berhasil menemukan tersangka, tim Reskrim kemudian membawanya ke Markas Polres SBT dan selanjutnya berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota dan Kapolsek Sorong Barat.

“Tersangka diamankan didalam Sel Polres SBT sambil menunggu Tim dari Polres Sorong  yang sudah menuju  Kota Bula untuk menjemput tersangka,” ujarnya.

Tersangka, lanjut mantan Wadirreskrimum Polda Maluku ini, telah dijerat dengan Pasal 289 KUHPidana tentang Pencabulan. Ia terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Menurut perwira tiga melati ini, tersangka berhasil menggergaji terali besi Polsek Sorong Barat. Ia kemudian keluar dan menjauh dengan jarak kurang lebih 100 meter dari Mapolsek.

Setelah beberapa jam mengendap sambil memperhitungkan kedatangan KM Fajar Baru yang hendak menuju Kota Bula, tersangka kemudian menumpangi ojek dan langsung bersembunyi didalam kapal.

“Saat itu aparat menduga kuat, tersangka bersembunyi didalam kapal. Selanjutnya Polres Sorong Kota berkoordinasi dengan Polres SBT. Saat ini tersangka telah dalam perjalanan menuju Ambon. Ia dibawa jam 12 siang. Rencananya tiba di Ambon malam hari (kemarin),” terangnya.

Di Ambon, lanjut perwira tiga melati ini, tersangka akan diamankan sementara di Polsek terdekat. Rencananya, Kamis (4/1), hari ini akan diterbangkan ke Kota Sorong. “Rencananya besok (hari ini) pagi akan diterbangkan balik ke Sorong,” jelasnya.

Peristiwa kaburnya tersangka tanggal 1 Januari 2018 lalu, lanjut Roem, diketahui pukul 03.30 WIT. Dimana, seorang tahanan bernama Wahyu memanggil anggota jaga dan menyampaikan bahwa tersangka telah Melarikan diri. 

“Tersangka kabur dengan cara menggergaji trali besi yang berada pada bagian atas Plafon. Mengetahui bahwa tahanan telah kabur petugas jaga langsung menghubungi Kapolsek dan Jajaran Anggota Polsek Sorong Barat untuk melakukan pengejaran,” tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Perintah Hitung Manual La Alwi “Masuk Angin”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemuda Watdek Tewas Tenggelam

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Perebutan Wilayah di Bursel, 2 Luka Berat

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemeriksaan Amir Gaus Cs Belud Tuntas

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Panca Karma Terancam “BANGKRUT”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Penyidikan Kasus Korupsi Bob Berlanjut

Rabu, 24 Januari 2018, 05:12 WIB