Menu
Senin, 23 April 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Mitra Pemda Maluku yang menangani sedimen buangan penambang liar di kawasan tambang emas Gunung Botak PT Buana Pratama Sejahtera (BPS) ditengarai menggunakan pekerja asal Tiongkok dengan visa turis.

Di lokasi itu, para pekerja asing ini bukan bekerja sebagai tenaga ahli. Tapi buruh kasar yang tidak direkrut dari pekerja lokal. Sekedar tahu, BPS mulai eksis di kawasan Gunung Botak tepatnya di Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli Kabupaten Buru sejak tahun 2015. 

Belakangan proyek pengelolaan sedimen berkedok normalisasi sungai ini disetujui Pemda Provinsi Maluku. BPS ditunjuk sebagai mitra Dinas ESDM untuk menangani sedimen yang mengotori kawasan tersebut. 

“Untuk  mempertegas pengawasan terhadap PT BPS dan warga asing yang dipakai  kita minta kantor Imigrasi Kelas I Ambon, Polda Maluku maupun Bupati Buru sikapi kehadiran pekerja BPS itu. Pakai visa turis padahal kerja sebagai tenaga kasar. Masyarakat bisa menuding itu bagian dari jaringan teroris,” kata Sekertaris LSM Laskar Merah Putih Indonesia Namlea Biro Hukum dan HAM Abdullah Badmas kepada Kabar Timur, Kamis kemarin.

Menurut dia, PT BPS telah berkali-kali menunjukkan gelagat yang tidak jelas sejak awal di Desa Kayeli. Setelah berkedok normalisasi sungai padahal mengelola sedimen buangan tambang liar. Menurut Abdullah Badmas, hal itu membuat masyarakat curiga.

Termasuk sistem perendaman yang digunakan untuk mendapatkan emas dari sisa sedimen buangan. “Katanya aman untuk lingkungan, padahal perendaman itu masih pakai sianida. Amannya dimana? Sianida khan bahan kimia berbahaya,” ujar Abdullah.

Kecurigaan masyarakat makin terlihat jika BPS tidak untuk memperbaiki lingkungan, malah merusak, terlihat dari proyek normalisasi sungai yang macet saat ini. “Itu akibat dari proyek tipu-tipu. Nyatanya mencari emas, bukan normalisasi sungai,” ujarnya.(KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Panwaslu Buru “Naik Kelas”

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

MI Disambut Meriah di Banda

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Oknum Rohaniawan Bejat Jadi Tersangka

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Jimmy Sitanala

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Utut Adianto Bakal Perjuangkan Anggaran Maluku

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB