Menu
Rabu, 24 Januari 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Plafon diruang pertemuan utama gedung Islamic Center Ambon, runtuh. Belum diketahui penyebab plafon gedung bernilai miliar rupiah kebanggaan masyarakat Kota Ambon itu  runtuh. Namun, runtuhnya plafon tersebut, setidaknya sejumlah acara yang sudah diagendakan di gelar gedung itu terancam batal.

Pantauan Kabar Timur, di Islamic Center, Kamis kemarin, tampak plafon yang roboh hampir  sebagian besar diruang pertemuan. Plafon gedung itu sudah dua kali runtuh. Tampak para pekerja sementara mengumpulkan gipsum dari plafon yang runtuh itu. “Tadi malam (kemarin malam) baru plafon roboh,’’kata salah satu pekerja kepada Kabar  Timur, kemarin.

Dia kuatir, plafon gedung itu terus roboh dan mengganggu aktivitas di gedung itu. “Ini plafon sudah dua kali runtuh. Katong (kita) takut plafon yang lain runtuh lagi,’’sebutnya.

Lantas, apa penyabab runtuhnya plafon itu? Para pekerja gedung itu enggan memastikan penyebabnya. “Kami tidak tahu penyebab plafon runtuhnya. Tadi malam juga tidak ada gempa. Kami tidak tahu penyebabnya,’’jelasnya.

Untuk menutupi plafon yang runtuh itu, pihak pengelola gedung itu memasang kain putih menutupi seluruh plafon. Hanya saja, ditakutkan ada kegiatan atau acara digedung itu plafon tiba-tiba runtuh lagi. “Kami sangat sesalkan plafon gedung runtuh. Konstruksi plafon amburadul,’’kesal wakil ketua Komisi C DPRD Maluku, Ayu Hasanussi kepada Kabar Timur kemarin.

Padahal, ingat dia,  plafon dikenal sebagai langit-langit dan  bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai lapisan yang membatasi tinggi suatu ruangan. Selain itu, kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Kota Ambon itu, plafon juga berguna untuk keamanan, kenyamanan, serta keindahan sebuah ruangan. ‘’Tapi, gedung itu tidak lagi menjadi kebanggaan masyarakat Maluku,’’sebutnya.

Hasanussy yang juga ketua DPD Hanura Maluku itu,  kuatir jika pihak pengelola tetap ngotot mengkomersilkan gedung itu untuk pertemuan atau acara pernikahan, kenyamanan dan keamanan bisa terganggu. “Kami takutkan ketika ada acara lalu plafon roboh, selain mengganggu acara juga bisa menimpa para tamu undangan,’’ingatnya.

Atas dasar itu, dia berjanji, dalam waktu dekat akan memangil Dinas Pekerjaan Umum Maluku, untuk melakukan perbaikan  terhadap plafon Islamic Center. “Kami berharap plafon segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu aktivitas dalam ruangan gedung itu,’’tandasnya.

Sekedar tahu, gedung Islamic Center dibangun 2011 lalu. Kontraktor pelaksana gedung itu, yakni PT. Bumi Cendrawasih. Sumber dana untuk pembangunan bangunan tersebut bersumber dari dana APBN dan APBD Provinsi Maluku dengan nilai Rp 7.965.167.000. (KTM)

BERITA LAINNYA

Perintah Hitung Manual La Alwi “Masuk Angin”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemuda Watdek Tewas Tenggelam

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Perebutan Wilayah di Bursel, 2 Luka Berat

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Pemeriksaan Amir Gaus Cs Belud Tuntas

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Panca Karma Terancam “BANGKRUT”

Rabu, 24 Januari 2018, 05:13 WIB

Penyidikan Kasus Korupsi Bob Berlanjut

Rabu, 24 Januari 2018, 05:12 WIB