Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Puluhan mantan anak buah kapal armada penangkap ikan PT Nusantara Fishery menyesalkan aksi penjualan aset milik perusahaan itu secara diam-diam kepada dua pengusaha pengumpul besi tua dari Pulau Jawa.

“Ada empat dari delapan kapal ikan berbobot 165 GT yang dijual pihak perusahaan kepada pengusaha bernama Junaidi dan Hj Koko, padahal gaji dan pesangon kami antara satu tahun hingga lima tahun belum dibayar,” kata salah satu mantan ABK, Paulus Toatubun di Ambon, Jumat.

Kapal yang dibeli dua pengusaha ini kemudian telah dipotong- potong di Tawiri Ambon. Para ABK ini juga mengaku heran dengan sikap KSOP Ambon karena mereka sudah sejak awal melaporkan hak-hak mereka yang belum dibayarkan sehingga aset perusahaan tidak boleh dijual.

Namun pemotongan empat unit kapal tersebut diakukan pembeli setelah mendapatkan izin olah gerak kapal dari Syahbandar, hanya saja pihak KSOP membantahnya saat dikonfirmasi para mantan ABK.

Mereka sempat melakukan aksi menghalangi pemotongan kapal tersebut namun dihadang oleh polisi. “Masih ada aset perusahaan lain yang diharapkan tidak dijual pihak perusahaan sampai hak-hak kami yang telah diperjuangkan sejak tahun 2015 dipenuhi,” ujarnya.

Aset perusahaan yang masih tersisa berupa empat unit kapal, gedung kantor serta tanah seluas satu hektare di kawasan Kate-Kate Kecamatan Baguala (Kota Ambon). PT Nusantara Fishery adalah sebuah perusahaan asing yang dikelola pengusaha asal Jepang dan sejak awal 2011 diambil alih pengusaha asal Tiongkok.

Namun sejak lahirnya moratorium bidang perikanan tahun 2014, perusahaan ini menghentikan operasional mereka dan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan ABK maupun karyawan, tetapi tidak melakukan pembayaran gaji dan pesangon kepada seluruh ABK. (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB