Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Polisi berhasil membekuk komplotan pencurian uang milik pengusaha jasa konstruksi di Kota Ambon.

Tak butuh waktu lama bagi polisi menangkap dua pelaku yang ditengarai sindikat asal Palembang, Sumatera Selataan ini. Belum genap sehari setelah melakukan aksinya, polisi membekuk pelaku yang diketahui bernama Ahmad Muliadi (AM) dan Jevri Andi (JA) di Bandara Internasional Pattimura, Jumat (19/1) pukul 10.00 WIT. Dua penjahat spesialis pencuri antar provinsi ini dibekuk saat hendak kabur meninggalkan Kota Ambon.

Dua penjahat “senior” ini mencuri uang Rp 850 juta milik Samuel Uluputi alias Amot (bukan Yanes Dobo seperti diberitakan sebelumnya). Uang tunai pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu milik kontraktor asal Kabupaten Maluku Barat Daya itu digasak dari dalam mobil Honda HRV hitam L 1358 XE milik Yanes Dobo, rekannya. Aksinya berhasil setelah membobol pintu depan mobil menggunakan kunci T.

Pelaku beraksi ketika mobil diparkir pemiliknya di depan kantor Percetakan Negara kawasan Waititar, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (18/1) pukul 16.30 Wit.

Pelaku AM berusia 54 tahun, bermukim di JL. Bunglun Nomor 34 RT 008 RW 005, Palembang. Sementara JA (27), warga Dusun ill Nomor 38 Desa Sungai Kedukan RT 009 RW 003 Kecamatan Rambutan, Palembang. 

Informasi yang dihimpun Kabar Timur,  sebelum kejadian, Yanes bersama Amot dan seorang rekannya baru saja mengambil uang Rp 450 juta dari Bank Mandiri yang berada di JL. Pattimura Ambon sekitar pukul 15.00 WIT. Sebelumnya Kamis pagi, Amot dengan menggunakan mobilnya Honda Jazz warna merah menarik uang tunai dari kantor pusat PT Bank Maluku juga di kawasan jalan yang sama.  

Pada sore hari Yanes bersama seorang rekannya dan Amot bertemu di Bank Mandiri dan akhirnya menuju Waititar. Disepakati Amot berpindah dari mobil miliknya ke mobil milik Yanes. Mobil Amot ditinggalkan di parkiran Bank Mandiri. Tapi uang Rp 400 juta yang diambil dari Bank Maluku sebelumnya dipindahkan ke mobil Yanes. Total uang di mobil Yanes sebanyak Rp 850 juta yang disimpan di dalam dua kantung plastik (tas kresek) dan satu tas pinggang milik Yanes. Uang ratusan juta itu akan digunakan Amot untuk membayar biaya pekerja atas sejumlah proyek miliknya di MBD.

Setelah itu mobil Yanes bergerak menuju arah Batu Gantong sebelum akhirnya menuju Waititar yang merupakan lokasi kejadian perkara. Selama perjalanan itu, kedua pelaku membuntuti mobil yang ditumpangi Amot Cs. Aski mereka terekam kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik yang dilintasi korban. Dari rekaman CCTV itu polisi berhasil mengidentifikasi pelaku.           

Kedua penjahat ini baru saja tiba di Kota Ambon pada Minggu (14/1). Mereka menginap di salah satu penginapan di kawasan Mardika Kecamatan Sirimau. 

Ternyata di hari yang sama saat menggasak uang milik Amot, dua sindikat asal Palembang ini juga mencuri harta benda milik Ahmad Sahupala, seorang PNS di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Dua penjahat kawakan ini membobol mobil milik korban Toyota Inova DE 145 AE. Keduanya beraksi ketika mobil korban diparkir di depan Toko Fani, JL. Setiabudi, Ambon. Pelaku spesialis pembobol mobil ini berhasil membawa kabur 1 unit laptop merk Dell, 1 unit camera digital Sony Alfa 6000 dan sebuah tas milik warga Desa Kampung Wailola, SBT ini. 

“Ada 2 kejadian pada tanggal 18 Januari. TKP pertama di Waititar. Korban (Ahmad Sahupala) lapor di Polsek Sirimau,” ungkap Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso, kemarin. 

Setelah berhasil membobol mobil milik Ahmad, korban melanjutkan aksinya juga di kawasan Waititar menggasak uang milik Amot yang berada di dalam mobil. Polisi telah menetapkan AM dan JA sebagai tersangka kasus pencurian uang Rp 850 juta. 

Setelah membekuk AM dan JA polisi mengembangkan penyidikan dan berhasil membekuk Ongen. Warga Kebun Cengkih Kecamatan Sirimau Ambon itu turut membantu aksi kejahatan AM dan JA. 

Sepeda motor Yamaha Mio J DE 2267 NA yang digunakan AM dan JA saat beraksi dibeli dari hasil kejahatan. Motor itu dititipkan kepada Ongen setelah keduanya melakukan aksinya.

Dari dua kejadian pembobolan mobil yang berlangsung selang 1 jam itu, Polres Ambon melacak identitas AM dan JA melalui rekaman CCTV. Hasilmnya terungkap, dua penjahat kakap ini merupakan kelompok Palembang yang telah dimonitor sejak tahun 2007. 

“Mereka ini sudah termonitor di Kota Ambon semenjak tahun 2007. Tetapi keseharian mereka tidak disini. Habis melakukan aksi mereka kembali (ke Palembang) lalu kembali lagi (ke Ambon) sampai dengan tertangkapnya mereka hari ini (kemarin) di Bandara Pattimura,” ujar Kapolres. 

Ketiga tersangka berhasil diringkus berkat kerjasama tim gabungan melibatkan Polres Ambon dan Resmob Polda Maluku. 

Kata Kapolres, setelah melakukan aksinya pada Kamis kemarin, dua penjahat sindikat Palembang akan meninggalkan Kota Ambon. Membatasi ruang gerak tersangka, polisi mengawasi semua pelabuhan kapal termasuk Bandara Pattimura. 

“(Kamis malam) tidak ada hasil, dan termonitor yang bersangkutan berada di Bandara (Jumat pagi) dan kita lakukan penangkapan dan dibawa ke Polres,” ungkap perwira dua melati itu. 

Kedua pelaku ini, rencananya akan kabur ke kampung halamannya menggunakan maskapai penerbangan Batik Air pukul 12.25 WIT menuju Jakarta. 

Dari hasil penangkapan tersangka, polisi berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 84.214.000, HP, dompet serta 1 unit sepeda motor Yamah Mio J. 

Penyidik juga bersama AM telah menarik uang di Bank Mandiri sebesar Rp 112 juta. Sementara uang sebesar Rp 650 juta  yang telah disimpan di Bank BNI sudah berhasil di blokir setelah penyidik berkoordinasi dengan pihak bank. Uang ratusan juta yang diblokir dan yang diamankan dari tangan tersangka adalah milik Amot.  

Diduga, oknum pegawai bank terlibat dalam kasus pencurian uang terbesar di Maluku itu. Tapi kata Sutrisno, proses penyidikan belum mengarah ke sana. Tak menutup kemungkinan dari pengembangan penyidikan jumlah tersangka akan bertambah.

“Sampai saat ini belum ada indikasi kesana (pihak bank yang terlibat). Mereka (pelaku) mengetahui korban setelah berpura-pura mau transfer uang di bank. Ketika melihat ada yang mengambil uang dalam jumlah banyak, mereka membuntuti,” ungkapnya. 

Kata Kapolres, AM dan JA juga pernah beraksi di Maluku City Mall. Keduanya berhasil menggasak uang sebesar Rp 100.000.000 milik seorang warga. “Pelaku mengaku pencurian didepan MCM dilakukan oleh mereka,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan terhadap kedua penjahat itu, hingga kemarin, total barang bukti yang berhasil diamankan polisi uang tunai Rp 84.214.000 dari tangan pelaku dan Rp 112 juta dari penarikan di bank yang disimpan pelaku di nomor rekeningnya. 

“BPKB motor hasil kejahatan, kwitansi, bukti blokir dari Bank BNI sebesar 650 juta, manifes pesawat yang rencananya mereka gunakan untuk keluar dari kota Ambon serta dompet para pelaku,” terangnya.

Tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Ambon. Mereka dijerat Pasal berlapis KUHP dengan ancaman hukuman kurungan badan, 7 tahun penjara. 

“Untuk ON (Ongen) kami kenakan Pasal 55 dan 56 KUHP, karena turut terlibat membantu kejahatan. Sementara AM dan JA disangkakan Pasal 363 ayat 3,4 dan 5 tentang pencurian junto Pasal 64 karena berulang-kali (melakukan pencurian),” pungkasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB