Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
DOK/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Tak mau disalahkan sendiri, Markus Teken, Sekretaris DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), buka mulut dihadapan penyidik. Ia mengaku, membeli sabu yang dipakainya dari Kasat Narkoba Polres SBB, Iptu Yustus Tanikwale seharga Rp 1,5 juta. 

Padahal, diberitakan sebelumnya, penggerebekan terhadap Markus di kamar 103 penginapan Kaweasi II Desa Waimital Kecamatan Kairatu, SBB, pada Senin (29/1) malam, itu dipimpin Kasat Narkoba sendiri. Kasus itu, telah diambil alih Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku.

Menindaklanjuti pengakuan tersangka, penyidik Bidang Propam Polda Maluku, melakukan pemeriksaan terhadap Kasat Narkoba, Rabu (31/1). Bahkan, air seninya juga telah diperiksa. Meski begitu, positif atau negatifnya urine pimpinan anti narkoba di Polres SBB, itu belum dibuka.

“Informasi beredar keterlibatan Kasat Narkoba, pihak Propam Polda Maluku telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Urinenya juga telah diperiksa. Hasilnya belum diberitahukan,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat kepada wartawan, Kamis (2/2).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Roem, Kasat tidak mengakui barang haram yang dipakai oleh tersangka itu adalah miliknya. Untuk membuktikan perkataan Kasat, penyidik merencanakan memanggil salah satu anggota lainnya yang diduga turut terlibat dalam kasus tersebut.

“Kasat Narkoba telah diperiksa Penyidik Bid Propam Polda Maluku. Ia tidak mengakui kalau sabu yang dipakai Sekwan miliknya. Penyidik masih mendalami kasusnya. Karena diduga ada keterlibatan anggota lain dalam kasus ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Markus Teken, “naik kelas” sebagai tersangka kasus narkoba. Penyidik masih mendalami kasus untuk menjerat tersangka lain dalam kasus ini. 

“Sudah kami tetapkan tersangka. Untuk tersangka lain masih dikembangkan,” ungkap Kapolres SBB, AKBP Agus Setiyono yang dihubungi Kabar Timur, Rabu (31/1).

Polres SBB masih memeriksa Markus untuk menungkap pihak lain kasus penggunaan barang haram tersebut. Beredar kabar, narkoba jenis sabu yang dikonsumsi Markus berasal dari salah satu oknum anggota Satuan Narkoba Polres SBB. Ditanya dugaan keterlibatan anak buahnya, Kapolres belum dapat memastikan. “Dengar dari siapa?,” kata Kapolres balik bertanya.

Meski begitu dia memastikan, penyidik akan menelusuri kebenaran kabar tersebut. “Wah… Kalau betul barangnya dari anggota, pasti akan kami telusuri. Dan apabila terbukti, pasti akan diproses,” tegas perwira dua melati ini.

Untuk diketahui, tersangka ditengarai telah lama mengkonsumsi barang haram tersebut. Dia tertangkap saat asik nyabu di kamar 103 Penginapan Kawiasih II Desa Waimital Kecamatan Kairatu, SBB oleh tim Satresnarkoba Polres SBB, Senin (29/1) malam. 

Hasil tes urine Markus, positif mengandung narkoba. Dari penangkapan Markus, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni  bong, pipet, (butiran) sisa pemakaian sabu, sebutir amunisi kaliber 7.62 mm dan uang tunai Rp 1,1 juta. (CR1)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB