Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - “Jumlah mereka itu ada tujuh orang. Mereka saat itu menggunakan penutup wajah datang mengamuk dengan membawa parang lalu menyerang warga.”

Sedikitnya, tujuh pria bertopeng menyerang sebuah Pangkalan Ojek di depan Pasar Tagalaya, Batu Gantung Dalam, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Minggu (11/2). Dalam aksi itu, para penyerang yang diketahui warga Batu Gantung Ganemo ini mengamuk sambil menghunus parang ditangannya.

Mereka lalu membacok dua warga di lokasi tersebut hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Kedua korban yang dibacok itu yakni, Yohanis Eroplay (22), dan Johan Halatu (35).

Yohanis menderita luka bacok di bagian kepala, sementara Johan terluka di tangan kiri. Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit dr. J. Leimena (RST).

Berdasarkan informasi yang diterima Kabar Timur, insiden itu terjadi setelah ke-tujuh penyerang yang datang menumpangi angkot tiba-tiba mengamuk dan menyerang sejumlah pemuda termasuk korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

“Jumlah mereka itu ada tujuh orang. Mereka saat itu menggunakan penutup wajah datang mengamuk dengan membawa parang lalu menyerang warga,”kata sumber itu.

Tak hanya menyerang warga, ke-tujuh penyerang itu juga merusak sepeda motor warga yang ada di pangkalan ojek di TKP, setelah itu para penyerang yang membawa bensin di sebuah jerigen lalu membakar gapura di lorong masuk Batu Gantung Dalam.

”Mereka juga memotong sepeda motor dengan parang dan merusaknya, lalu mereka membakar gapura,”kata sumber itu lagi.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Sutrisno Hady Santoso membenarkan, aksi ketujuh pelaku tersebut.  Menurut dia,  saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. 

Dia mengaku, identitas dari keterangan yang didapat, para pelaku penyerangan kini telah diketahui. “Berdasarkan keterangan dari warga di lokasi kejadian, kita sudah mengidentifikasi dua orang dari tujuh pelaku penyerangan,”kata Hady kepada waratwan.

Hady menjelaskan, aksi tersebut sempat memancing konsentrasi massa setelah para korban berteriak minta tolong. Saat itu warga Batu Gantung Dalam langsung keluar melakukan pengejaran, sayangnya para pelaku telah kabur.

Untuk mencegah aksi balasan, aparat TNI Polri langsung ebrgerak menuju lokasi kejadian untuk menenangkan masa,“Kejadian penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba, korban sempat berteriak lalu warga keluar tapi para pelaku sudah kabur,”katanya.

Sebelum aksi penyerangan itu terjadi, sebuah pangkalan ojek di kawasan batu Gantung sempat terbakar. Kuat dugaan, insiden itu yang menjadi penyebab, para pemuda bertopeng itu menyerang warga di kawasan Batu Gantung Dalam.

“Minggu dini hari pangkalan ojek Ganemo dibakar, tapi fakta lapangan pangakalan ojek tersebut terbakar sendiri, bukan dibakar, mungkin dari situ mereka terprovokasi sehingga melakukan aksi penyerangan,”katanya.

Saat ini kata dia kondisi di lokasi kejadian telah, meski begitu untuk menghindaria danya hal-hal yang tidak diinginkean kembali terjadi, puluhan aparat kepolisian masih terus disiagakan di kawasan tersebut.

“Ada sekitar 20 personil yang masih bersiaga disana. Saya harap warga jangan terprovokasi. Kalau ada masalah lapor ke polisi yang berdomisili di situ (sekitar TKP). Anggota juga kalau tidak bisa mencegah bentrok akan saya pindahkan ke luar Kota Ambon,” tandasnya. (CR1/MG6)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB