Menu
Selasa, 24 April 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Gerbong Korps Adhyaksa akhirnya merilis lima perkara besar di tingkat penyidikan. Bahkan, keempat perkara dugaan korupsi ini dalam waktu dekat tuntas dan bergulir ke Pengadilan Tipkor Ambon.

Masing-masing, perkara pengadaan lahan Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon. “Sudah tahap II tanggal 6 Februari lalu, dan siap disidangkan di Pengadilan (Tipikor Ambon),” kata Kasipenkum Kejati Maluku, di kantornya, Senin, kemarin.

Perkara kedua, yakni dugaan korupsi proyek Terminal Transit Passo, kata Samy, tim penyidik sedang melakukan pemberkasan. Sambil menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara oleh BPK RI.

“Sehingga prosentasi penanganan perkaranya sudah 90 persen. Artinya sudah hampir tahap II juga. Yakni penyerahan tersangka, barang bukti dan berkas perkaranya ke JPU,” kata Samy.

Sementara progres penanganan perkara ‘water front city’ Kota Namlea Kabupaten Buru, Samy menyatakan, juga akan segera tuntas. Hanya mengerucut empat tersangka di perkara ini. Pemberkasan perkara mereka sedang diproses sebelum masuk tahap II. “Juga 90 persen sudah siap, tinggal pemberkasan empat tersangka itu, untuk kemudian dilimpah ke pengadilan,” katanya.

Sedang perkara dugaan tipikor yang kelima, yakni Reverse Obligasi Repo PT Bank Maluku-Malut. Tim penyidik ungkap Kasipenkum Kejati Maluku ini, telah menemukan titik terang siapa calon tersangka. Menyusul pemeriksaan Direktur PT AAA di Rutan Cipinang Jakarta beberapa waktu lalu. “Dalam waktu dekat nama tersangkanya ini akan diumumkan,” akui Samy. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Panwaslu Buru “Naik Kelas”

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

MI Disambut Meriah di Banda

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Oknum Rohaniawan Bejat Jadi Tersangka

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Jimmy Sitanala

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Utut Adianto Bakal Perjuangkan Anggaran Maluku

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB