Menu
Selasa, 24 April 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Kemarin, tiga pasangan calon (paslon) akhirnya ditetapkan KPU Maluku untuk bertarung di perhelatan Pigub Maluku 27 Juni 2018. Dan hari ini, dilanjutkan dengan penarikan nomor urut masing-masing paslon.

Tiga paslon yang ditetapkan yakni, Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) diusung Golkar, Demokrat dan PKS. Kemudian, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) yang diusung koalisi jumbo PDIP, Gerindra, NasDem, Hanura, PAN, PKB, PPP, PKPI. 

Sementara paslon di jalur perseorangan (Non-Parpol) KPU Maluku menyatakan, Herman Koedoboen-Abdullah Vanath (HEBAT) juga secara sah seperti dua paslon di jalur Parpol,  memenuhi seluruh syarat pencalonan maupun syarat calon sesuai ketentuan PKPU RI.

“Jadi sudah tidak ada lagi yang namanya bakal pasangan calon. Karena sekarang sudah berganti nama menjadi, pasangan calon,” ujar Ketua KPU Maluku Syamsul Rivan Kubangun sesaat sesudah mengetok palu pengesahan SK Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk Pilkada Maluku 2018 di kantor KPU Maluku, lantai dua (12/2).

Pleno Terbuka dihadiri lengkap penyelenggara Pemilu yakni para komisioner KPU dan Bawaslu Maluku, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, maupun tim kampanye paslon SANTUN dan BAILEO, juga tim penghubung paslon HEBAT. 

Berlangsung lancar tanpa skorsing, yang kerap mewarnai proses penghitungan dukungan, maupun verifikasi administrasi HEBAT sebelumnya. “Ini baru betul, nanti katong lia setelah ini. Sapa yang batul, HEBAT kah atau dong yang duduk pata-pata jari di rumah-rumah kopi itu,” ujar Koordinator Tim HEBAT Vendy Toumahu.

Vendy maupun Ketua Tim Michael Palijama gembira. Kerja keras timnya menggalang dukungan berhasil mengantarkan paslon dengan akronim HEBAT itu ke pentas Pilgub Maluku nanti.

Selain menetapkan tiga paslon sebagai peserta Pilkada tersebut, KPU juga mengagendakan penarikan nomor urut hari ini, berlangsung di Swissbell Hotel. Dari informasi yang diperoleh, Swissbell hotel dipilih sebagai tempat penarikan nomor urut, karena mempertimbangkan sisi kenyamanan di kota Ambon.

Yakni, sehubungan rencana kunjungan Presiden Jokowi yang dijadwalkan tiba hari ini. “Kita kuatirkan ada konvoi massa pendukung paslon kalau di KPU. Dikuatirkan, timbul kesan Ambon tidak nyaman, sementara Presiden ada datang,” ungkap sumber di KPU Maluku. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Panwaslu Buru “Naik Kelas”

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

MI Disambut Meriah di Banda

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Oknum Rohaniawan Bejat Jadi Tersangka

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Jimmy Sitanala

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Utut Adianto Bakal Perjuangkan Anggaran Maluku

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB