Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Dua dari tujuh pria bertopeng yang telah dikantongi identitas, hingga kemarin belum berhasil diamankan polisi. Mereka diketahui kabur setelah melakukan penyerangan hingga menyebabkan 2 warga Batu Gantong Dalam mengalami luka bacok. 

“Pelaku melarikan diri setelah melakukan penyerangan, dan tim sedang melakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Teddy, kemarin. 

Teddy mengaku, tim khusus untuk mengungkap kasus ini telah dibentuk oleh Kapolres Ambon, AKBP Sutrisno Hady Santoso. Tim gabungan yang terdiri dari unit Reskrim dan Intelkam ini, sedang melakukan penyelidikan, termasuk mengejar pelaku. 

“Kita sudah bentuk tim. Suratnya telah ditanda tangani langsung oleh Kapolres (AKBP Sutrisno Hady Santoso). Saat ini proses penyelidikan sementara jalan. Anggota juga sementara di lapangan menelusuri jejak pelaku. Jadi inti kita lidik untuk mengungkap pelaku. Dari dugaan 7 tersangka 2 diantaranya sudah kita kantongi identitas. Karena dari keterangan saksi-saksi di TKP ada yang mengenal mereka,” ujarnya. 

Pihaknya, lanjut Teddy membackup Polsek untuk menuntaskan kasus tersebut. “Untuk laporan polisinya korban laporkan di polsek Nusaniwe. Kasus ini ditangani Polsek. Kita hanya membantu untuk mengungkap kasus ini,” tandasnya. 

Hingga kemarin, lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Barat ini, korban Yohanis Eroplay (22) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.“Kalau yang masih berada di rumah sakit adalah korban yang terluka di bagian kepala (Yohanis Eroplay),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya, tujuh pria bertopeng menyerang sebuah Pangkalan Ojek di depan Pasar Tagalaya, Batu Gantung Dalam, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Minggu (11/2). Dalam aksi itu, para penyerang yang diketahui warga Batu Gantung Ganemo ini mengamuk sambil menghunus parang ditangannya. Mereka lalu membacok dua warga di lokasi tersebut hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. 

Kedua korban yang dibacok itu yakni, Yohanis Eroplay (22), dan Johan Halatu (35). Yohanis menderita luka bacok di bagian kepala, sementara Johan terluka di tangan kiri. Kedua korban menjalani perawatan medis di Rumah Sakit dr. J. Leimena (RST). 

Berdasarkan informasi yang diterima Kabar Timur, insiden itu terjadi setelah ke-tujuh penyerang yang datang menumpangi angkot tiba-tiba mengamuk dan menyerang sejumlah pemuda termasuk korban yang saat itu berada di lokasi kejadian. 

“Jumlah mereka itu ada tujuh orang. Mereka saat itu menggunakan penutup wajah datang mengamuk dengan membawa parang lalu menyerang warga,” kata sumber itu. 

Tak hanya menyerang warga, ke-tujuh penyerang itu juga merusak sepeda motor warga yang ada di pangkalan ojek di TKP, setelah itu para penyerang yang membawa bensin di sebuah jerigen lalu membakar gapura di lorong masuk Batu Gantung Dalam. 

“Mereka juga memotong sepeda motor dengan parang dan merusaknya, lalu mereka membakar gapura,” kata sumber itu lagi. 

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Sutrisno Hady Santoso membenarkan aksi ketujuh pelaku tersebut. Menurut dia, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Dia mengaku, identitas dari keterangan yang didapat, para pelaku penyerangan kini telah diketahui. 

“Berdasarkan keterangan dari warga di lokasi kejadian, kita sudah mengidentifikasi dua orang dari tujuh pelaku penyerangan,” kata Hady kepada wartawan. 

Hady menjelaskan, aksi tersebut sempat memancing konsentrasi massa setelah para korban berteriak minta tolong. Saat itu warga Batu Gantung Dalam langsung keluar melakukan pengejaran, sayangnya para pelaku telah kabur. 

Untuk mencegah aksi balasan, aparat TNI Polri langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk menenangkan masa, “Kejadian penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba, korban sempat berteriak lalu warga keluar tapi para pelaku sudah kabur,” katanya. 

Sebelum aksi penyerangan itu terjadi, sebuah pangkalan ojek di kawasan batu Gantung sempat terbakar. Kuat dugaan, insiden itu yang menjadi penyebab, para pemuda bertopeng itu menyerang warga di kawasan Batu Gantung Dalam. 

“Minggu dini hari pangkalan ojek Ganemo dibakar, tapi fakta lapangan pangakalan ojek tersebut terbakar sendiri, bukan dibakar, mungkin dari situ mereka terprovokasi sehingga melakukan aksi penyerangan,” katanya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB