Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Pasca penetapan pasangan calon dan penarikan undian nomor urut, tim-tim sukses SANTUN, BAILEO, dan HEBAT dikabarkan mulai menggelar rapat-rapat rahasia di tempat yang sulit dilacak. Buktinya, di ujung teleponnya, sore kemarin, sesepuh PDIP Evert Kermitte menginformasikan rapat tim BAILEO sedang rapat di markas pemenangan jalan Diponegoro Urimessing. 

Tapi ketika Kabar Timur datang mengintip, markas pemenangan BAILEO itu kosong. Hanya ada seorang penjaga ditemani sebuah TV yang sedang menyiarkan sebuah pertandingan bola. “Seng ada bung, dorang mungkin sudah bergeser ke tempat lain, seng tahu dimana? atau kembali di masing-masing kantor Partai,” ujar seorang penjaga di tempat itu.

Bahkan informan setia yang juga pengurus DPD PDIP Maluku Nicholas Rahallus, dihubungi tak mengangkat telepon seluler dan menjawab pesan singkat yang dikirim berkali-kali.

Pengamat politik Mochtar Nepa Nepa menjelaskan, yang pasti setelah penetapan paslon, tim-tim sukses SANTUN, BAILEO, dan HEBAT harus tancap gas. Menggelar rapat-rapat untuk merancang strategi pemenangan Pilgub Maluku. 

Ditanya apa yang seharusnya menjadi fokus tim sukes ketiga paslon, Mochtar mengatakan, strategi apa pun yang dirancang dalam rapat-rapat rahasia seperti itu, setiap paslon dan timnya harus fokus pada pemilih golongan menengah ke bawah. 

Sebab pemilih golongan ini lebih banyak daripada pemilih rasional maupun pemilih mengambang. “Jangan sampai slogan pro rakyat itu hanya jargon di atas kertas. Setelah terpilih berbalik menjadi pro-elit politik,” ingat Akademisi FISIP Unpatti Ambon ini. 

Tim Said Assagaff-Anderias Rentanubun harus bekerja keras mempertahankan minat massa tradisional, bahwa Petahana masih layak dipilih. 

Itu berarti massa riil petahana di Pilgub 2013 harus dijaga. Jika tidak, massa pendukung SANTUN akan jadi rebutan tim BAILEO dan HEBAT. Artinya, strategi mempertahankan bagi Petahana lebih susah daripada strategi membombardir lawan.

Di lain pihak, tim sukses Murad Ismail-Barnabas Orno dengan jargon BAILEO menurut Mochtar, masing-masing Parpol pengusung mesti diingatkan jika pertarungan Pilgub kali ini, bukan semata-mata untuk Murad dan Orno. 

Terutama untuk PDIP, yang harus berhadapan dengan Golkar di Maluku di Pilpres 2019.”Di pusat boleh-boleh saja PDIP bermesra-mesraan dengan Golkar, namun di Maluku, ini menjadi ajang gengsi politik. Begitu pula bagi Parpol-parpol lain, yang mengusung Murad-Orno,” katanya. 

Sementara paslon Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath, kekuatannya ada pada massa mengambang. Walau Parpol disebut punya basis massa yang jelas, baik Herman maupun Vanath juga memiliki basis tersebut, karena pernah memimpin daerah masing-masing sebagai Bupati. 

Apalagi Abdullah Vanath, kepemimpinan dua periode pemerintahan di Kabupaten SBT, terang jadi modal awal melangkah ke Pilgub Maluku 2018. “Vanath teruji di Pilgub 2013, dan menjadi pemenang kedua di Pilgub itu. Sekarang bagaimana Vanath harus meyakinkan konstituennya dan merebut kembali Maluku Satu yang tertunda,” katanya.

Terkait strategi masing-masing paslon dan timnya, Mochtar menyarankan agar pemilih menengah ke bawah lebih banyak digarap. Itu berarti, setiap kandidat harus mampu meyakinkan tidak akan terjadi lagi hal-hal yang merugikan masyarakat ini. 

“Artinya tiap kandidat harus meyakinkan, tidak ada lagi penggusuran maupun reklamasi. Kelompok ini juga mau kestabilan harga sembako, pemberdayaan ekonomi kecil serta keadilan hukum bagi masyarakat masyarakat ekonomi menengah ke bawah itu,” papar Mochtar Nepa Nepa. (KTA)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB