Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON – Rebutan hak partisipasi atau participating interest (PI) dalam pengelolaan gas alam abadi di Blok Masela antara Maluku dan Nusa Tenggara Timur, akhirnya terjawab.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan,  PI 10 persen dari hasil produksi Blok Masela dialokasikan untuk dua provinsi, Maluku dan NTT. Alokasi PI tergantung letak wilayah gasnya. 

Hal itu dipaparkan Jonan dihadapan peserta Kongres HMI XXX di auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2). Dia memastikan butuh waktu 6-7 tahun, Blok Masela beroperasi. “Kapan blok Masela mulai hasilkan gas? Masih enam tahun lagi baru bisa hasilkan gas, jangan kaget,” ujar mantan menteri perhubungan ini.

Blok Masela digarap oleh perusahaan minyak Royal-Shell Belanda dan Inpex yang berbasis di Jepang dengan nilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp200 triliun untuk mengembangkan blok gas Masela yang terletak di Laut Timor antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Maluku. 

Investasi di Blok Masela bisa naik sampai 20 miliar dolar AS, karena perusahaan minyak tersebut berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi gas alam cair di fasilitas abadi terkait untuk 6.000.000 metrik ton per tahun.

“Kandungan gas di Blok Masela itu sekitar 10 triliun kubik feet,” sebut Jonan. Kementerian ESDM telah meminta Inpex untuk melibatkan masyarakat Maluku dan NTT dalam proses pembangunan Blok Masela. “Saya sudah minta Inpex libatkan masyarakat (Maluku dan NTT). Jadi pemberdayaan masyarakat itu penting,” tegas dia. 

 

RASIO ELEKTRIFIKASI 

 

Sementara menyinggung rasio elektrifikasi di Maluku, kata Jonan telah mencapai 89 persen. Capaian saat ini, lebih baik dari rasio Papua dan NTT.

Rinciannya, masih ada sekitar 364 desa di Maluku belum terlistriki. Namun, dipastikan, tahun ini sudah mulai dikerjakan dimulai dari Pulau Seram. “Dari 2.500 desa yang belum sama sekali tersentuh listrik, saat ini tinggal 1.700 desa. Maluku masih ada 364 desa yang belum terlistriki,” ungkapnya.

Selain itu, Jonan juga mengingatkan kepada kader-kader HMI selaku generasi muda memiliki empati. “Memperjuangkan sesuatu itu bukan karena kepentingan politik, tapi karena kepentingan rakyat,” pesannya.

Jonan juga berkelakar dihadapan peserta Kongres HMI agar menghemat listrik. “Kongres ini kan pemilihan ketua umum, kongresnya jangan lama-lama, biar hemat listrik. Masa kongres saja lama, saya ngurusin listrik di Papua saja tidak lama,” kelakarnya.

Dia mengajak kader HMI mensosilisasikan pemakaian kompor dan motor listrik yang dinilai lebih hemat energi. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB