Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua resmi menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku.

Sahuburua menggantikan sementara Gubernur Maluku, Said Assagaff yang menjalani masa cuti kampanye Pilgub Maluku 2018. Sebagai petahana Assagaff menjalani cuti sejak 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

Penyerahan tugas jabatan tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Assagaff kepada Sahuburua.

Penyerahan jabatan Plt Gubernur dirangkai dengan pengukuhan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Maluku Tenggara di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (14/2) malam. 

Kepala Inspektorat Maluku Semmy Risambessy dikukuhkan sebagai Pjs Bupati Maluku Tenggara berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.81-227 tahun 2018 tertanggal 13 Februari.

Pengukuhan Risambessy dilakukan oleh Assagaff sesaat sebelum menyerahkan SK Mendagri kepada Zeth Sahuburua sebagai Plt Gubernur Maluku.

Kemudian, Plt Gubernur Zeth Sahuburua menyerahkan SK jabatan kepada Risambessy selaku Pjs Bupati Malra.

Risambessy mengisi kekosongan jabatan Bupati Malra yang ditinggalkan Anderias Rentanubun menjalani masa cuti Pilgub Maluku. Anderias mendampingi Said Assagaff sebagai calon wakil gubernur Maluku.  

Said Assagaff mengatakan dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018, cuti bagi petahana di luar tanggungan negara. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2015, seorang petahana  yang akan maju dalam kompetesi Pilkada harus cuti dan tidak boleh memakai fasilitas terkait jabatannya. 

“Dan itu pun berlaku bagi saya dan Andre Rentanubun untuk jalani cuti kampanye. Dan akan berlaku bagi istri saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Selama cuti, kami akan lepaskan semua fasilitas terkait jabatan,” kata Assagaff dalam sambutannya.

Oleh karena itu, dia juga telah sampaikan kepada bupati/walikota yang ambil bagian dalam Pilkada serentak 2018 di Maluku harus  tunduk dan patuh terhadap aturan itu. “Karena publik mengawasi itu disamping Bawaslu,” kata Assagaff.

Assagaaf dalam kesempatan itu juga menitipkan negeri Maluku kepada Sahuburua yang resmi menjabat Plt Gubernur Maluku.  “Saya yakin dibawah kepemimpinan Pak Ety (sapaan Sahuburua), yang kaya akan pengalaman yang mumpuni akan mampu menggerakkan progran kerja dan pembangunan di Maluku sesuai visi misi kami berdua dalam membangun Maluku,” kata Assagaff.

Tidak dipungkiri Assagaff akan ada tantangan bagi Plt Gubernur dalam menjalankan tugas karena selain laksanakan tugas pembangunan sesuai tugas dan fungsi penyelenggara pemerintahan di Provinsi Maluku.

Plt Gubernur Maluku kata Assagaff, juga wajib memfasilitasi pelaksanaan Pilkada Maluku tahun 2018 ini agar berjalan dengan baik aman dan demokratis. “Semua itu bisa berjalan baik jika ada harmonisasi dan koordinasi antar unsur penyelenggara pemerintahan,” pesannya.

Untuk Pjs Bupati Malra, Assagaff mengingatkan, untuk benar-benar memperhatikan instruksi Mendagri sehingga dalam menjalankan tugas kepemimpinan sebagai Pjs Bupati Malra dapat hindari tindakan berbau politik apalagi sampai berpihak dan mengnutungkan salah satu calon.

“Saudara hadir di sana dalam kapasitas untuk melanjutkan kebijakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana yang dirancang eksekutif dan legislatif Malra. Jangan sampai timbulkan polemik dalam birokrasi. Saya harap jaga terus solidaritas dan kekompakan dalam birokrasi serta disiplin dalam hadapi Pilkada Malra,” tandasnya.

Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan akan melaksanakan tugas yang kini diembannya dengan baik sebagaimana visi misi Pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku mantapnya pembangunan yang demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan. 

“Sebagai Pelaksana Tugas Gubernur saya akan konsisten dengan hal itu. Yang pertama saya harus sukseskan Pilkada Maluku tahun 2018 dan kedua visi misi yang telah termuat dalam RPJM Pemprov Maluku yang dijabarkan dalam program prioritas akan kita laksanakan karena bagaimana pun kami berdua akan bertanggungjawab sampai 10 Maret 2019 sesuai masa jabatan kita,” ujar Sahuburua kepada awak media. 

Soal netralitas ASN dalam Pilkada Maluku, Sahuburua menegaskan, ASN harus netral dalam Pilkada. “Sudah pasti harus netral sehingga hasil dari Pilkada itu memberikan gambaran kepada kita bahwa demokrasi di Maluku adalah demokrasi yang betul-betul baik,” pungkasnya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB